SURABAYA – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bulak menggelar Dialog Kebangsaan bertema "Menggali Api Pemikiran Bung Karno untuk Kedaulatan Bangsa di Era Digital", Jum'at (19/6).
Agenda memperingati Bulan Bung Karno ini menjadi wadah refleksi ideologi bagi kader, generasi muda, dan masyarakat setempat.
Baca Juga: PAC PDIP Kecamatan Bulak Silaturahmi ke MWCNU: Rawat Harmoni Teguhkan Semangat Kebangsaan
Bulan Bung Karno merangkum tiga momen historis Indonesia: Hari Lahir Pancasila (1 Juni), Hari Lahir Bung Karno (6 Juni), dan Hari Wafat Sang Proklamator (21 Juni).
Acara ini dihadiri lintas elemen mulai dari kader partai, tokoh agama, Karang Taruna, pengurus MWCNU Bulak, hingga perwakilan nelayan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, membuka acara dengan mengingatkan peringatan ini bukan sekadar seremonial.
"Bung Karno mewariskan fondasi kuat. Tugas kita adalah menerjemahkan nilai Pancasila dalam menjawab tantangan teknologi tanpa kehilangan jati diri bangsa," tegas Armuji.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am, menambahkan bahwa dialog ini bertujuan membangun kesadaran politik anak muda.
Baca Juga: PAC PDIP Kecamatan Bulak Silaturahmi ke MWCNU: Rawat Harmoni Teguhkan Semangat Kebangsaan
"Kami ingin pemuda paham bahwa nasionalisme dan kemandirian adalah modal utama menghadapi era digital," tutur Abdul Ghoni.
Acara inti menghadirkan Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, sebagai narasumber pertama.
Ia menjelaskan peran strategis legislatif dalam mengawal kebijakan daerah yang berbasis pada keadilan sosial.
"DPRD memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan untuk memastikan kebijakan publik berpihak pada rakyat, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan. Tantangan era digital menuntut kita adaptif merespons perubahan sosial demi pembangunan yang inklusif," ujar Syaifuddin.
Baca Juga: PAC PDIP Kecamatan Bulak Silaturahmi ke MWCNU: Rawat Harmoni Teguhkan Semangat Kebangsaan
Narasumber kedua, Rojil Nugroho Bayu Aji (Dosen Sejarah UNESA & Wakil Ketua PCNU Surabaya), memaparkan relevansi pemikiran Bung Karno dalam konteks modern. Menurutnya, tantangan kedaulatan kini telah bergeser ke ranah virtual.
"Kedaulatan saat ini tidak lagi sebatas wilayah fisik, melainkan mencakup informasi, budaya, ekonomi, dan teknologi. Generasi muda harus memperkuat literasi digital dan memanfaatkan teknologi untuk persatuan, bukan sebagai sarana penyebaran disinformasi atau perpecahan," jelas Rojil.
Melalui dialog ini, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi pendidikan politik warga. Nilai-nilai Trisakti Bung Karno diharapkan terus hidup sebagai kompas gerakan bersama dalam menyongsong masa depan digital.
Editor : Redaksi