Nataru Aman dari Ancaman Bom, Peneliti Senior BRIN Puji Kinerja Polri

Hermawan Sulistyo
Hermawan Sulistyo

JAKARTA,Tikta.id - Peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Hermawan Sulistyo memuji kinerja Polri selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.

Sebab lanjut Hermawan Polri berhasil mengamankan libur Nataru utamanya dalam mencegah insiden teror bom yang menjadi ancaman potensial.

Baca Juga: Jakarta Bhayangkara Presisi Juara Proliga 2024

“Aman-aman aja kan. Yang paling ekstrim kalau pengawasan libur Nataru itu ada bom atau tidak. Ukuran saya itu. Tapi kan tidak ada bom,” ujar Hermawan, Senin (8/1).

Hermawan menyatakan keberhasilan Polri dalam mengawasi libur Nataru terlihat dari tidak adanya insiden bom. 

Mencegah insiden bom ini beber dia, lebih sulit daripada menangkap pelakun karena memerlukan deteksi dini yang akurat.

“Mencegah bom itu jauh lebih sulit daripada menangkap pelakunya karena harus ada deteksi dini, deteksi awal untuk supaya tidak sampai meletus terjadi. Karena udah bisa dideteksi sebelumnya, saya kira keberhasilan Polri di situ,” tuturnya.

Ia menggarisbawahi kemampuan prediktif Polri dalam mengantisipasi potensi ancaman bom sebelumnya telah berhasil, sesuai dengan tagline Polri, POLRI PRESISI, yang mengutamakan kemampuan prediksi sebagai salah satu prioritasnya.

Baca Juga: Internasional Open Indoor Skydiving Kapolri Cup Berlangsung 17-21 Juli 2024 

“Kan Presisi itu yang pertama adalah kemampuan prediktif, kemampuan prediktifnya untuk mengantisipasi suatu kejahatan jangan sampai meledak. Jadi kalau ukurannya itu (tidak ada bom selama libur Nataru), ya sukses lah,” jelas Hermawan.

Lebih lanjut, Hermawan memberikan apresiasi atas kinerja Polri yang juga didukung oleh tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. 

Namun, dia menyayangkan gangguan dari dinamika politik yang terkadang menciptakan ketegangan. 

Baca Juga: Calon Taruni Akpol Salma Aulia, Sabet Medali Emas di Luxemburg dan Portugal

Menurutnya, salah satu faktor kesuksesan Polri adalah kepemimpinan Kapolri yang tenang dan tidak memprovokasi situasi yang sudah panas.

“Kalau kita lihat survei-survei tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, itu tinggi, bahkan di seluruh dunia kita yang paling tinggi. Cuma kan keganggu aja dengan hiruk-pikuk politik ini,” ungkap Hermawan.

“Selain itu sih bagus lah. Mungkin karena Kapolrinya juga orangnya kan cool, nggak banyak komentar, nggak bikin hiruk pikuk tambah panas,” sambungnya.

Editor : Redaksi