SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan operasional terminal dengan menggelar simulasi Business Continuity Management System (BCMS) Drill.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan layanan tetap berjalan meski menghadapi potensi gangguan, khususnya pada Sistem Operasi Terminal (SOT).
Baca Juga: TPS Perkuat Komitmen Pelindo Bersih, Sosialisasikan SMAP kepada Pengemudi Truk di Surabaya
Dalam simulasi tersebut, TPS menguji skenario gangguan pada layanan receiving dan discharge petikemas.
Uji coba ini tidak sekadar teknis, melainkan menyeluruh mulai dari penilaian dampak, pengambilan keputusan manajerial, hingga aktivasi Business Continuity Plan (BCP) dan penerapan prosedur operasional manual.
Seluruh fungsi internal dilibatkan secara terintegrasi, termasuk tim operasional lapangan, teknologi informasi, hingga unit koordinasi.
Meski sistem utama disimulasikan mengalami gangguan, layanan penerimaan dan pembongkaran petikemas tetap berjalan dengan memanfaatkan prosedur manual, data cadangan, serta pengaturan area penumpukan alternatif.
Senior Vice President Operasi Terminal TPS, Didik Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari penguatan manajemen risiko perusahaan.
Baca Juga: Atasi Penumpukan Sampah, Baktiono Setuju Larangan Parkir Gerobak di TPS
“Pelaksanaan drill BCMS ini bertujuan untuk memastikan seluruh insan TPS memiliki pemahaman yang selaras terhadap peran dan tanggung jawabnya dalam menghadapi potensi gangguan operasional. Dengan kesiapan tersebut, operasional terminal diharapkan tetap berjalan secara aman, tertib, dan terkendali meskipun dalam kondisi tidak normal,” ujarnya, Rabu (8/4).
Didik juga menekankan bahwa implementasi BCMS tidak hanya berfokus pada pemulihan sistem, tetapi juga pada kesinambungan proses bisnis serta efektivitas koordinasi lintas fungsi dan pemangku kepentingan.
Dalam simulasi ini, TPS turut melibatkan pihak eksternal seperti Otoritas Pelabuhan, Bea dan Cukai, serta pengguna jasa dan perusahaan pelayaran.
Menurutnya, kesiapan prosedur manual, pemulihan data, dan koordinasi yang solid menjadi faktor kunci dalam meminimalkan dampak gangguan operasional.
Baca Juga: TPS Pamerkan Teknologi dan Layanan, GEABH Siap Jajaki Kerja Sama
“Melalui kegiatan ini, TPS juga melakukan evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan terhadap sistem dan prosedur yang dimiliki,” tambahnya.
Usai pelaksanaan drill, TPS melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan pencapaian Recovery Time Objective (RTO) serta kesesuaian implementasi BCMS dengan standar keberlanjutan bisnis perusahaan.
Melalui latihan berkala ini, TPS menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas operasional terminal sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional, sejalan dengan transformasi layanan di lingkungan Pelindo Group.
Editor : Redaksi