SUMEDANG - Puluhan petani di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Prov. Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa di lokasi pembangunan Bendung Cariang.
Aksi tersebut dilakukan karena para petani khawatir area persawahan mereka tidak mendapatkan pasokan air menjelang musim kemarau, terutama pada masa tanam kedua tahun ini.
Baca Juga: Milad ke-30 MTs Negeri 5 Sumedang, Ajang Pencarian Bakat dan Penguatan Silaturahmi
Dalam aksinya, para petani mendesak agar pemasangan pipanisasi saluran irigasi Cariang segera direalisasikan.
Mereka berharap air dari Sungai Cipelang dapat segera dialirkan untuk mengairi sekitar 1.600 hektare lahan pertanian milik warga.
Ketua Gapoktan Desa Ujungjaya, Adung Priatna, mengatakan kedatangan para petani ke lokasi proyek bertujuan meminta kejelasan terkait percepatan pemasangan pipanisasi yang hingga kini belum terealisasi secara maksimal.
Menurutnya, progres pembangunan proyek dinilai berjalan lambat, padahal pekerjaan tersebut telah berlangsung hampir enam bulan.
Ia juga menyoroti hasil sosialisasi pada 10 Desember 2025 lalu, di mana pihak kontraktor menyampaikan bahwa pasokan air ke sektor pertanian tetap akan berjalan meski pembangunan sedang berlangsung.
Namun, hingga saat ini, para petani mengaku masih belum mendapatkan kepastian aliran air untuk kebutuhan sawah mereka.
“Kami datang ke sini untuk meminta kejelasan terkait pemasangan pipanisasi. Petani sangat membutuhkan air, apalagi menjelang musim kemarau. Kami khawatir ribuan hektare sawah tidak bisa terairi,” ujar Adung Priatna, Ketua Gapoktan Desa Ujungjaya.
Baca Juga: Sespimma Polri Angkatan 75 Pokjar V Gelar Bakti Sosial di Polres Sumedang
Para petani berharap pemasangan pipanisasi dapat segera diselesaikan demi menyelamatkan lahan pertanian warga yang sangat bergantung pada pasokan air irigasi Cariang.
Sementara itu, Dandi selaku pihak dari pelaksana pekerjaan menjelaskan, bahwa penanganan saat ini sudah dilakukan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melaksanakan pemancangan SSP dan penutupan tanggul di bagian hulu agar permukaan air dapat naik dan mengalir ke jalur pipanisasi.
Ia menyebutkan, proses penguatan tanggul akan dilakukan selama dua hari ke depan.
Berdasarkan kesepakatan dengan para petani, pemasangan pipanisasi ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu.
“Kami sudah melakukan langkah penanganan. Dalam waktu dekat akan dilakukan pemancangan SSP dan penutupan tanggul agar air bisa mengalir ke jalur pipanisasi. Target kami, pemasangan selesai dalam satu minggu,” kata Dandi, pihak pelaksana proyek Bendung Cariang.
Baca Juga: Ineu dan Bayu Awasi Program Pertanian di Ujungjaya dan Tomo, Soroti Bantuan Pupuk hingga Alsintan
Menurut Dandi, faktor cuaca dan tingginya curah hujan menjadi kendala utama dalam pengerjaan proyek tersebut.
Sebelumnya, pipanisasi sempat terpasang dan mampu mengalirkan air ke sawah warga selama dua hari. Namun, akibat debit air yang tinggi, tanggul pipanisasi mengalami jebol.
Untuk sementara, pihak pelaksana telah mengoperasikan dua unit pompa air sebagai langkah antisipasi.
Meski demikian, para petani menilai debit air yang dihasilkan masih belum mencukupi kebutuhan pertanian.
Editor : Redaksi