TK Kusuma RSU Dr Soetomo Lepas Siswa Tahun Ajaran 2025-2026, Jadi Pilihan Anak Berkebutuhan Khusus

Jajaran pengurus dan guru TK Kusuma RSU Dr Soetomo
Jajaran pengurus dan guru TK Kusuma RSU Dr Soetomo

SURABAYA – TK Kusuma RSU Dr Soetomo menggelar acara pelepasan siswa-siswi Tahun Ajaran 2025-2026, beberapa waktu lalu.

Sekolah ramah inklusi yang menerima siswa reguler maupun anak berkebutuhan khusus (ABK) ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang banyak diminati masyarakat hingga memiliki daftar tunggu peserta didik.

Baca Juga: Di Gresik Lia Istifhama Suarakan Hak Anak Berkebutuhan Khusus

Acara pelepasan dibuka oleh Pembina Yayasan Lembaga Dr Soetomo Surabaya, Dikman Angsar.

Ia menegaskan komitmen TK Kusuma untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada seluruh anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

"Kalau sekolah lain tidak menerima, kami akan terima," ujar Dikman.

TK Kusuma bermula dari sebuah daycare yang dibentuk atas keprihatinannya melihat anak-anak perawat RSU Dr Soetomo yang kerap bermain di area rumah sakit saat orang tuanya bekerja.

Dari gagasan tersebut, daycare kemudian berkembang menjadi Kelompok Bermain (KB) hingga Taman Kanak-Kanak.

Berlokasi di Jalan Dharmahusada Nomor 12 atau Jalan Karang Menjangan Nomor 12, Kecamatan Gubeng, Surabaya, TK Kusuma tidak hanya menyelenggarakan pendidikan formal bagi anak usia dini, tetapi juga menyediakan layanan pendampingan dan terapi bagi anak berkebutuhan khusus.

Baca Juga: Minim Guru Inklusi, Imam Makruf: Pemerintah Wajib Cerdaskan Anak Berkebutuhan Khusus

Selain didukung tenaga pendidik yang sabar dan berpengalaman, sekolah ini memiliki rumah terapi yang dipimpin Kusandrini penasihat sekaligus psikolog anak.

Berbagai layanan terapi disediakan untuk menunjang tumbuh kembang siswa, mulai dari terapi sensori integrasi hingga terapi wicara.

Kepala TK Kusuma, Mira Kusuma Wardhani, mengaku haru saat melepas para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang taman kanak-kanak.

"Tahun ini saya sedih sekaligus bangga, karena setelah sekian lama bersama-sama bisa melepas anak-anak ke jenjang yang lebih tinggi. Semoga ilmunya bermanfaat dan kami akan selalu mendoakan supaya anak-anak semakin baik progresnya," kata Mira.

Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di TK Kusuma membuat sekolah ini memiliki daftar tunggu calon peserta didik. Kondisi tersebut menjadi perhatian pihak pembina dan pengelola sekolah.

Meski berkomitmen menerima anak berkebutuhan khusus, pihak sekolah tetap mempertimbangkan kapasitas ruang belajar dan kemampuan pendampingan agar proses pendidikan berjalan optimal. Kebijakan itu dilakukan untuk memastikan setiap siswa mendapatkan perhatian dan layanan yang maksimal dari para guru maupun terapis.

Melalui konsep pendidikan yang terintegrasi dengan layanan terapi, TK Kusuma berupaya membantu perkembangan fisik, motorik, sensorik, kognitif, hingga kemampuan komunikasi anak sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.

Editor : Redaksi