JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapis) Kelas I Cipinang membuktikan bahwa jeruji besi bukan penghalang untuk bertumbuh.
Melalui gerakan "Gotong Royong Literasi", lapas ini sukses memperkuat pembinaan berbasis karakter bagi para warga binaan lewat peluncuran 1.158 buku baru pada Kamis (4/6).
Baca Juga: Fraksi NasDem DPR RI Pasok 1.158 Buku ke Lapas Cipinang
Bantuan ribuan buku tersebut dialokasikan langsung untuk menyuntik energi baru bagi Komunitas Baca Lembar Nasihat Temukan Rasa (LENTERA).
Komunitas yang dirintis oleh para warga binaan ini menjadi ruang aman untuk belajar, berdiskusi, dan memperluas wawasan di tengah keterbatasan fisik.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa buku merupakan elemen vital dalam membangun kembali harapan yang sempat pudar.
Baca Juga: Suara Takbir Menggema Dari Balik Tembok Lapas Cipinang
“Tembok lapas mungkin membatasi ruang gerak, tetapi tidak boleh membatasi ilmu dan harapan. Melalui Aula Bina Insan dan Komunitas Baca LENTERA, kami ingin menghadirkan ruang tumbuh bagi warga binaan,” katanya.
YND, seorang warga binaan yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Baca LENTERA, mengaku tambahan amunisi bahan bacaan ini menjadi motor motivasi yang sangat besar bagi rekan-rekannya di dalam lapas.
“Melalui LENTERA yang baru kami rintis ini, kami ingin membuktikan bahwa belajar dan memperbaiki diri tidak pernah berhenti. Buku membuat kami melihat dunia lebih luas, mendapatkan inspirasi, dan menjaga harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur YND .
Baca Juga: Sinergi dengan Bareskrim, Lapas Cipinang Dukung Pengungkapan Kasus Vape Etomidate
Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif ini, Lapas Cipinang berkomitmen mengubah stigma penjara menjadi tempat pembentukan karakter.
Harapannya, saat masa hukuman usai, para warga binaan siap melangkah keluar sebagai individu baru yang berpengetahuan dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
Editor : Redaksi