Pengemudi Mobil Online Pemalang Pasrah dengan Kenaikan Pertamax

Pengisian Pertamax di salah satu SPBU di Pemalang
Pengisian Pertamax di salah satu SPBU di Pemalang

PEMALANG – Pengemudi mobil daring (online) di Kabupaten Pemalang terpaksa menerima kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax (RON 92) yang berdampak langsung pada pengeluaran dan pendapatan mereka.

Risky (30), salah seorang pengemudi, mengaku tidak memiliki pilihan lain selain tetap membeli bahan bakar tersebut demi menjaga kelayakan operasional kendaraannya.

Baca Juga: Soroti Harga Pertamax Rp16.250 per Liter, Baktiono Minta Pemerintah Gunakan Data Akurat

"Mau bagaimana lagi. Kalau sudah naik begini, ya, naik. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Untuk bisa jalan, ya, terpaksa harus beli," ujarnya saat ditemui pada Sabtu (13/6).

Risky, mantan pengemudi bus malam ini, menjelaskan bahwa dirinya rutin mengisi tangki kendaraannya sebanyak 10 liter setiap hari menggunakan Pertamax.

Menurutnya, jenis bahan bakar itu diperlukan agar mesin kendaraan tetap bekerja dengan optimal, walaupun akhirnya harus mengurangi pendapatannya sebagai pengemudi mobil daring.

Baca Juga: Soroti Harga Pertamax Rp16.250 per Liter, Baktiono Minta Pemerintah Gunakan Data Akurat

Secara terpisah, Ketua Organda Kabupaten Pemalang, Andi Rustono, menuturkan bahwa kenaikan harga BBM ini membuat seluruh pengemudi terkejut. Ia menilai beban pengeluaran kian bertambah di saat pendapatan justru menyusut.

"Kenaikan harga BBM ini membuat seluruh pengemudi daring kaget. Pendapatan mereka kini semakin berkurang dan pengeluaran makin besar," ungkapnya.

Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan di Pemalang Tidak Melaut

Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa kenaikan harga BBM tersebut tidak bisa diterima begitu saja oleh rakyat.

"Kita tidak boleh pasrah menghadapi kenaikan harga BBM, seperti lonjakan harga Pertamax nonsubsidi yang mencapai Rp16.250 per liter. Kita bisa melakukan langkah strategis, melawan dengan aksi. Kita semua kecewa akan kebijakan ini karena kenaikan BBM akan memengaruhi harga-harga kebutuhan pokok lainnya," ujarnya geram. 

Editor : Redaksi