SURABAYA,Tikta.id - Anggota DPRD Surabaya Anas Karno, mendorong agar kesenian Ludruk di Surabaya tidak punah. Sebab merupakan kesenian yang berakar pada kearifan budaya lokal.
Menurutnya, Ludruk di masa Kolonial Belanda sebagai sarana perjuangan rakyat dalam menentang penjajahan.
Baca juga: Kepesertaan Jamsostek Baru 42 Persen, Pansus DPRD Surabaya Dorong Perluasan UCJ
"Ludruk merupakan kesenian yang berakar pada kearifan budaya lokal. Di masa pemerintahan kolonial Ludruk menjadi sarana perjuangan aspirasi rakyat, lewat parikan-parikan dan lakon yang dipentaskan," kata Anas saat dikonfirmasi Sabtu (25/11).
Baca juga: Hari Kemanusiaan Sedunia, Yona Bagus Soroti Pentingnya Hunian Layak bagi Warga Surabaya
Oleh karena itu, Caleg Incumbent PDI Perjuangan dapil Surabaya III tersebut, mengapresiasi upaya yang dilakukan kelompok Ludruk di Surabaya agar tetap eksis.
Di samping itu, Anas juga berharap agar Ludruk di kota Pahlawan mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak.
Baca juga: Buleks Minta Direksi Baru PDAM Surabaya Berani Benahi Keluhan Masyarakat
"Dengan pementasan yang menampilkan anak-anak muda dan gaya anak muda, bisa menarik minat generasi muda, untuk melihat pementasan Ludruk. Kalau nantinya kawasan THR selesai di revitalisasi, saya berharap Ludruk bisa pentas reguler di lokasi tersebut," pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi