SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap transparansi Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pelatihan penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) bagi jajaran manajemen dan pekerja lintas unit kerja.
Pelatihan yang digelar di Pelindo Place Surabaya diikuti 26 pekerja TPS. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan prinsip keberlanjutan terintegrasi dalam proses bisnis, pengambilan keputusan, hingga pelaporan kinerja perusahaan secara komprehensif, transparan, dan akuntabel.
Baca Juga: Di Tengah Tekanan Logistik Global, TPS Surabaya Catat Pertumbuhan Februari 2026
Sebagai operator terminal petikemas, TPS secara konsisten mengimplementasikan prinsip ESG melalui berbagai program berkelanjutan. Pada aspek lingkungan, perusahaan aktif menjaga ekosistem pesisir dengan melestarikan hutan mangrove seluas 22,7 hektare serta melakukan pembibitan 10.000 bibit mangrove yang siap panen setiap 4–6 bulan.
TPS juga terus menekan emisi karbon melalui elektrifikasi alat bongkar muat utama. Elektrifikasi seluruh unit Container Crane telah rampung sejak 2016, sementara elektrifikasi Rubber Tyred Gantry (RTG) selesai pada April 2026.
Selain itu, perusahaan mengembangkan pemanfaatan energi surya untuk penerangan kantor, penghijauan kawasan terminal, hingga pengelolaan limbah secara terukur.
Baca Juga: Komitmen Layanan Prima Antar TPS Raih Penghargaan Best Corporate Anugerah BUMN 2026
Senior Manager Keuangan dan Manajemen Risiko TPS, Jeanny Harjono, menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan lewat program operasional, tetapi juga melalui tata kelola yang baik.
"Laporan Keberlanjutan memiliki peran strategis untuk mendokumentasikan dan mengomunikasikan pelaksanaan program-program berkelanjutan TPS sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan kepada regulator, pemegang saham, mitra usaha, pelanggan, dan masyarakat," ujar Jeanny, Sabtu (9/5).
Di sisi layanan, TPS juga terus mendorong digitalisasi melalui inovasi seperti Web Access & Clique 247, CDR Online, Automatic Damage Detection System (ADDS), hingga Vessel Report. Digitalisasi ini mendukung keterbukaan informasi publik sekaligus meningkatkan efisiensi layanan bagi pengguna jasa.
Baca Juga: TPS Hadirkan Program “Pelindo Berbagi Ramadan, Salurkan Ratusan Paket Sembako dan Santunan
Pelatihan tersebut juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai Global Reporting Initiative (GRI) Standards Update 2021, penentuan topik material berbasis dampak, serta pengungkapan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui penguatan kapabilitas internal dan pengelolaan data keberlanjutan yang terstruktur, TPS menegaskan langkahnya menjadi bagian dari transformasi Pelindo dan Subholding Pelindo Terminal Petikemas sebagai operator terminal berkelas dunia.
Editor : Redaksi