TIKTA.id, Palangka Raya - Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono mewakili Kapolda Irjen Pol Djoko Poerwanto, mengikuti diskusi panel bersama peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVI Lemhannas RI, di Aula Arya Dharma.
Diskusi digelar di Mapolda setempat, pada Rabu (15/5).
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 5 hingga 7 April 2025
Wakapolda Kalteng melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan, pembahasan dalam diskusi tentang strategi Polda dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Selain itu, diskusi kali ini juga berfokus dalam membahas upaya penanganan konflik sosial yang terjadi di Prov. Kalteng," ungkap Kabidhumas
Dalam tanggapannya. Lanjut Erlan, Wakapolda menyebut bahwa Kepolisian mempunyai tiga tugas pokok utama, diantaranya Harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Baca juga: Hingga 1 April 2025, 1,9 Juta Kendaraan Keluar Jakarta
Terkait gambaran kondisi di Kalimantan Tengah diantaranya potensi dan ambang gangguan serta gangguan nyata ini. Tentunya harus dapat dikelola dengan baik, sehingga masyarakat akan lebih aman dan nyaman.
Kemudian, terkait penanganan konflik sosial di wilayah. Saat ini Polda Kalteng bersama forkopimda sudah membentuk Satgas PKS.
Baca juga: Komisi III DPR Puji Polri atas Kelancaran Mudik Lebaran 2025
"Selain itu, peran para tokoh dari masyarakat, agama dan adat juga menjadi linding sektor untuk kami dalam mewujudkan kamtibmas di Provinsi Kalteng tetap kondusif," tandasnya.
Hadir dalam diskusi tersebut, Laksda TNI (Purn) Prasetya Nugraha M.Sc. selaku tenaga ahli, Irwasda Polda Kalteng Kombes Pol Ady Soeseno, S.IK. dan ke 25 peserta SSDN PPRA LXVI Lemhannas, serta diikuti para tokoh adat, agama dan masyarakat Prov. Kalteng.
Editor : Redaksi