SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya membagikan 4.000 paket takjil gratis bagi penumpang kereta api jarak jauh di Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang. Program ini merupakan bagian dari komitmen KAI Daop 8 Surabaya dalam memberikan pelayanan terbaik, sekaligus memudahkan pelanggan yang berbuka puasa selama perjalanan.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyampaikan program takjil gratis ini merupakan wujud komitmen KAI dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan yang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Baca juga: KAI Commuter Layani 7,62 Juta Penumpang dalam Seminggu Masa Angkutan Lebaran 2025
“Kami ingin memastikan para pelanggan tetap dapat berbuka puasa dengan nyaman tanpa perlu repot mencari makanan dan minuman saat berada di stasiun atau dalam perjalanan. Oleh karena itu, KAI Daop 8 Surabaya menyediakan 4.000 paket takjil yang akan dibagikan di beberapa stasiun,” ujar Luqman Arif.
Program ini berlangsung selama 10 hari terakhir Ramadan, mulai 21 hingga 30 Maret 2025. Pembagian takjil dilakukan setiap sore pukul 17.00 WIB atau satu jam sebelum waktu berbuka puasa.
Adapun rincian pembagian takjil di wilayah Daop 8 Surabaya adalah sebagai berikut :
- Stasiun Surabaya Gubeng : 200 paket per hari
Baca juga: H-2 Lebaran 2025, 46.369 Penumpang Gunakan Kereta Api di Daop 8 Surabaya
- Stasiun Pasar Turi : 150 paket per hari
- Stasiun Malang : 50 paket per hari
Takjil yang disediakan terdiri dari roti, kurma, dan air mineral.
Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya Imbau Penumpang Tertib Barang Bawaan Selama Angkutan Lebaran
Selain program takjil gratis, KAI Daop 8 Surabaya juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan selama masa Angkutan Lebaran, termasuk memastikan kelancaran operasional, kebersihan fasilitas, serta kenyamanan, dan keamanan perjalanan bagi seluruh pelanggan.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat dan menambah kenyamanan bagi pelanggan selama Ramadan. KAI juga mengajak seluruh pelanggan untuk tetap menjaga ketertiban serta kebersihan di stasiun maupun selama perjalanan,” pungkas Luqman Arif.
Editor : Redaksi