Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Yona Bagus Sosialisasikan DTSEN Saat Reses ‎

Reses Yona Bagus Widyatmoko
Reses Yona Bagus Widyatmoko

‎SURABAYA – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) di kawasan Tambak Osowilangun.

‎Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga yang tampak antusias mengikuti jalannya reses sejak awal hingga akhir acara.‎

Baca Juga: Budi Leksono Serap Aspirasi Warga Gundih soal CCTV dan Bantuan Sosial

‎“Wilayah perbatasan seperti ini harus kita pastikan tidak tertinggal, baik pelayanan publik maupun akses program pemerintah,” ujar Cak Yebe sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/2).

‎Dalam pertemuan tersebut, Cak Yebe menekankan pentingnya validitas data melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, akurasi data menjadi penentu agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

‎“Data itu penting supaya bantuan tepat sasaran. Kalau datanya tidak akurat, yang seharusnya menerima bisa terlewat, dan yang tidak berhak justru masuk,” tutur Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya itu.

‎Ia juga mengimbau warga untuk bersikap terbuka selama proses pendataan berlangsung. Karena itu, masyarakat diminta menerima petugas atau surveyor DTSEN yang melakukan verifikasi lapangan.‎

‎“Kalau ada petugas survei datang, mohon diterima dengan baik dan berikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Ini demi kepentingan panjenengan semua agar datanya valid,” kata pemegang Dan II Jiu-Jitsu tersebut.‎

‎Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi kunci agar kebijakan sosial benar-benar berbasis kondisi riil di lapangan. Dengan data yang diperbarui secara berkala, pemerintah dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran dan terukur.‎

‎“Kami ingin warga ikut mengawal. Pastikan datanya sesuai kenyataan, karena dari situlah kebijakan bantuan disusun,” lanjutnya.‎

‎Selain melakukan sosialisasi, Cak Yebe juga menyerahkan bantuan berupa terop, kursi, dan meja untuk menunjang kegiatan sosial masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pertemuan RT, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas kepemudaan.‎

Baca Juga: Bagas Imam Waluyo Serap Aspirasi Warga soal Drainase dan Perantingan Pohon ‎

‎“Ini mungkin terlihat sederhana, tapi semoga bisa menunjang kegiatan warga sehari-hari,” ujarnya.‎

‎Ia juga menyerahkan mesin pemotong rumput guna mendukung kebersihan lingkungan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya gotong royong di kawasan perbatasan.‎

‎Tak hanya itu, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi warga, Cak Yebe memberikan bantuan senilai Rp5 juta untuk pembelian mesin jahit kepada pelaku UMKM jahit di tingkat RT. Bantuan tersebut ditujukan agar usaha warga semakin produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.‎

‎“UMKM harus kita dorong terus. Dengan alat yang memadai, usaha ibu-ibu penjahit bisa berkembang dan memberi manfaat lebih besar bagi keluarga,” kata Cak Yebe.

‎Salah satu penerima bantuan, Lailatul Rahimah, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Ia menyebut kelompok UMKM jahit di lingkungannya selama ini masih kekurangan fasilitas pendukung usaha.

Baca Juga: Reses di Krembangan Utara, Achmad Nurdjayanto Serap Aspirasi Warga Soal Pendidikan dan Infrastruktur

‎“Makasih saya sampaikan pada Pak Yona atas bantuan mesin jahitnya karena kita UMKM penjahit ada empat orang belum mencukupi fasilitasnya. Insya Allah nanti uang dari Pak Yona saya belikan mesin yang bisa bikin lubang kancing,” ujarnya.‎

‎Menurutnya, kelompok UMKM jahit tersebut sebelumnya telah memiliki beberapa mesin jahit dan mesin obras, namun belum memiliki mesin khusus pembuat lubang kancing. Kondisi itu membuat mereka harus keluar daerah untuk menyelesaikan pesanan.

‎“Kita masih punya mesin jahit hitam sama obras. Biasanya lubang kancing ke Gresik, Pak, satu kancing itu Rp1.000. Sekarang alhamdulillah bisa dikerjakan di rumah sendiri,” katanya.‎

‎Ia menambahkan, kelompok UMKM jahit di lingkungannya beranggotakan empat orang dalam satu RT dan melayani berbagai pesanan, mulai dari pembuatan seragam hingga jasa permak pakaian.‎

‎“Sangat terbantu, alhamdulillah sangat. Selama ini dari pemerintah belum pernah dapat bantuan sama sekali. Jadi ini benar-benar membantu usaha kami,” pungkasnya.

Editor : Redaksi