MAJALENGKA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyinggung masifnya serangan opini politik terhadap kekuatan yang konsisten berpihak pada rakyat. Bahkan, menurutnya, serangan tersebut kini mulai menyasar Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat membuka Musda PAN yang digelar serentak secara nasional, Minggu (21/12).
Baca juga: Tanggapi Putusan MK, Ghofar Ismail Tegaskan PAN Siap Penuhi Keterwakilan Perempuan
“Kita kuat justru karena keberpihakan kita jelas. Namun ada upaya sistematis untuk melemahkan. Bahkan Presiden pun mulai menjadi sasaran,” tegasnya.
Zulhas menegaskan koalisi PAN dengan Presiden Prabowo Subianto merupakan koalisi ideologis, bukan koalisi transaksional.
Kesetiaan PAN, kata dia, berpijak pada kebijakan pro-rakyat, khususnya ekonomi kerakyatan dan perlindungan masyarakat kecil.
Baca juga: Muscab PAN Majalengka Jadi Momentum Konsolidasi, Tekankan Kedekatan dengan Masyarakat
“Kita setia pada kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ini fondasi PAN dan tidak bisa ditawar,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader bahwa medan pertarungan politik hari ini telah bergeser ke ruang digital. Media sosial disebut sebagai arena utama yang menuntut kedisiplinan dan kecermatan dalam membangun narasi politik.
“Persaingan hari ini ada di media sosial. Kalau tidak siap, kita bisa kalah,” ujarnya.
Baca juga: PAN Majalengka Bidik 10 Kursi DPRD, Target Dua Kursi di Setiap Dapil pada Pileg 2029
Dalam arahannya, Zulhas mematok target konkret kerja elektoral. Seluruh struktur PAN, dari pusat hingga daerah, diminta memastikan keberadaan relawan minimal satu orang di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kerja politik harus sampai ke akar rumput. Tanpa kerja nyata, kemenangan tidak akan datang,” tegas Zulkifli Hasan.
Editor : Redaksi