PEMALANG - Dibawah guyuran hujan,Ratusan kios milik pedagang pakaian pasar pagi Pemalang ludes terbakar, Selasa (23/12) malam. Diduga api berasal dari hubungan arus pendek, kemudian memercikan api hingga menyambar salah satu kios baju.
Kobaran api melalap hampir semua kios yang ada serta sebagian toko yang berada di depan jalan Jendral Sudirman tersebut.
Baca juga: Pendaki Asal Magelang Akhirnya Ditemukan di Puncak Gunung Slamet
Kasatpol PP Pemalang Ahmad Hidayat ketika dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan jika penanganan kebakaran masih ditangani oleh regu Damkar kemudian dibantu oleh BPBD,
"Kejadian Kebakaran pada Jam 17:30 wib, ini masih kita tangani dan selidiki, apa penyebab kejadian kebakaran, kita ada di lokasi 4 menit kemudian setelah mendapatkan laporan kebakaran, karena transit damkar ada di pos alun alun, kita juga masih ada giat pengamanan natal dan tahun baru, begitu ada laporan langsung kita langsung ke lokasi lalu penanganan lewat pos armada Pemalang, untuk sementara begitu, informasi lebih lanjut akan kami sampaikan di kesempatan selanjutnya," terang Hidayat, saat dikonfirmasi Rabu (24/12).
Baca juga: Pendaki Asal Magelang Akhirnya Ditemukan di Puncak Gunung Slamet
Terpisah,Wanto (40) seorang pedagang warga Kelurahan Mulyoharjo menuturkan, sekira pukul 17.30 Wib, dirinya melihat kepulan asap api dari dalam Komplek kios baju pasar pagi Pemalang tepatnya kios yang berada ditengah - tengah,
"Sekitar pukul 17.30 wib ada kepulan asap api pada kios yang berada di tengah,namun penyebabnya apa saya tidak tahu persis dimungkinkan dari korsleting listrik, kemudian kami menghubungi para pemilik kios telah terjadi kebakaran, salah satu pedagang menghubungi petugas keamanan dan petugas Damkar. Pemalang" tuturnya.
Baca juga: Budaya Dongeng Anak-anak Kini Semakin Memudar
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, hingga pukul 23.00 WIB api belum bisa dipadamkan secara keseluruhan masih ada beberapa titik api yang menyala
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, akan tetapi kerugian ditaksir untuk sementara hingga Milyaran rupiah.
Editor : Redaksi