Serap Aspirasi Warga, Cahyo Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas lewat Pemanfaatan AI ‎

Reporter : Aldi Fakhrudin
Reses Cahyo Siswo Utomo

‎SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) di KBTK Islam Terpadu Al Uswah 2, yang berlokasi di Jalan Ubi II/3 RT 01 RW 05, Surabaya, pada Selasa (10/2) malam.

‎Kegiatan reses tersebut, melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Kelurahan Jagir dan Kelurahan Ngagel Rejo, dengan fokus utama pada upaya pemberdayaan dan penguatan UMKM di tingkat kelurahan.

Baca juga: Saifuddin Libatkan Ibu-ibu PKK Wonokusumo dalam Sosialisasi Raperda Hunian Layak ‎

‎Cahyo Siswo Utomo, yang akrab disapa Cahyo, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan reses kali ini pihaknya secara khusus mengundang kelompok-kelompok UMKM dari masing-masing wilayah guna mendorong peningkatan kapasitas usaha mereka.

‎“Ya, hari ini saya mengundang beberapa kelompok UMKM. Karena kita ingin bekerja bersama dengan mereka untuk kemudian meningkatkan bagaimana UMKM mereka ini bisa lebih maju, naik kelas atau mungkin bertahan ya,” ujarnya.

‎Untuk mewujudkan hal tersebut, Ketua Fraksi asal PKS ini memberikan pembekalan pengetahuan kepada para pelaku UMKM terkait kelebihan dan potensi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam menjalankan usaha. Melalui pembekalan ini, ia berharap UMKM dapat mengoptimalkan peluang usaha yang ada.

‎“Nah, nanti semoga bisa dioptimalkan pengetahuan ini menjadi Sumber pendapatan, semakin membaik lagi untuk khususnya UMKM di Surabaya,” lanjutnya.

‎Selain isu UMKM, Cahyo juga menerima aspirasi dari konstituennya terkait keterbatasan lowongan pekerjaan bagi mahasiswa yang baru lulus. Menurutnya, persoalan tersebut perlu direspons dengan membuka alternatif lain melalui penguatan kewirausahaan.

Baca juga: Warga Tanah Merah Sambut Reses Adies Kadir, Pendidikan Jadi Sorotan

‎“Oh, ya terkait pendidikan itu sebenarnya titik tekannya pada ketersediaan lowongan pekerjaan setelah lulus. Kemudian saya memberikan alternatif lain untuk berusaha, apakah itu usaha sampingan atau usaha utama, itu yang menjadi konsen kita menumbuhkan jiwa-jiwa kewirausahaan,” jelasnya.

‎Saat ditanya mengenai keselarasan aspirasi tersebut dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terkait program dukungan anggaran bagi generasi muda di tingkat Rukun Warga (RW) sebesar Rp5 juta, Cahyo menilai program tersebut berorientasi pada upaya pencegahan meningkatnya angka pengangguran terbuka.

‎“Untuk intervensi Gen Z, ini bertujuan mengurangi pengangguran terbuka di kalangan pemuda dan diharapkan dapat menekan angka kemiskinan di kampungnya,” katanya

‎Namun demikian, ketika disinggung mengenai kesiapan pelaksanaan program tersebut, Cahyo mengungkapkan bahwa saat ini masih berada pada tahap penyusunan regulasi teknis.

Baca juga: Fraksi Gerindra Minta Pemkot Sinkronkan Program dengan Aspirasi Masyarakat

‎“Saya konfirmasi sekitar 2 pekan lalu juklak dan juknisnya belum siap. gitu ya. Semoga nanti dalam waktu dekat sudah siap disertai dengan perwali yang memayungi,” ujarnya.

‎Sementara, terkait kebutuhan penambahan modal bagi UMKM, Cahyo menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam melakukan pendampingan agar pelaku usaha dapat mengakses sumber pembiayaan yang tersedia.

‎“Nah, penambahan modal UMKM ini memang harusnya pemerintah dalam ini mendampingi teman-teman UMKM ini mendapatkan modal. Semisal perusahaan yang lebih besar seperti CSR-nya atau mungkin dana lain yang bisa diberikan,” paparnya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru