PASURUAN – Di tengah sejuknya udara Prigen, kehangatan justru terasa begitu kuat. Bukan dari cuaca, melainkan dari hati-hati yang kembali dipertemukan dalam Halal Bihalal MAKI Jawa Timur yang dirangkai dengan launching Pokja Joko Dolog, di Villa Sabar PTPN, Sabtu (4/4).
Gelak tawa, sapa hangat, dan jabat tangan penuh makna menjadi pembuka yang sederhana namun dalam. Setelah melewati bulan Ramadan, momen ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi ruang untuk kembali merajut kebersamaan yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan dan dinamika perjuangan.
Baca juga: Pelaku Bullying Harus Diadili, MAKI Jatim Tolak “Damai Kekeluargaan”
Para pengurus, anggota, relawan, hingga tokoh masyarakat duduk lesehan tanpa sekat. Tidak ada jarak, tidak ada perbedaan. Semua menyatu dalam suasana kekeluargaan yang tulus.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satrio, dalam suasana yang hangat itu menyampaikan pesan yang tak sekadar terdengar, tetapi terasa.
“Halal bihalal ini bukan hanya soal saling memaafkan, tapi tentang menguatkan kembali hati kita. Kita di sini bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai keluarga yang punya tanggung jawab yang sama: menjaga kepentingan masyarakat,” tuturnya
Baca juga: MAKI Jatim Tutup Kegiatan Ramadan dengan Pembagian Takjil
Ia mengingatkan, di tengah derasnya arus informasi hari ini, masyarakat justru sering kehilangan arah karena minimnya kejelasan. Di situlah peran media dan gerakan sosial menjadi sangat penting.
“Publik tidak kekurangan informasi, tapi kekurangan kejelasan. Maka kita harus hadir, bukan sekadar menyampaikan, tapi juga menguji, mengawal, dan berani meluruskan,” lanjutnya.
Baca juga: Berbagi di Hari ke-27 Ramadan, MAKI Jatim Tebar Kehangatan di Jalan Panglima Sudirman
Momentum itu pun menjadi semakin bermakna dengan diluncurkannya Pokja Joko Dolog. Bukan sekadar nama, tetapi simbol harapan baru sebuah ruang kolaborasi yang diharapkan mampu melahirkan gagasan, keberanian, dan gerakan nyata.
“Ini bukan hanya peluncuran, ini adalah awal. Kita ingin Pokja Joko Dolog menjadi ‘suara’ yang jernih, yang berpihak pada kebenaran, dan yang tidak takut berdiri di tengah,” tegas Heru.
Editor : Redaksi