BKKBN Jatim Gelar Rakorda: Evaluasi Kinerja, Satukan Langkah Strategis

Reporter : Ika chairani
Rakorda BKKBN Jatim

SURABAYA - Kemendukbangga/ BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026, pada Kamis (9/4).

Kegiatan bertajuk “Transformasi Kemendukbangga/BKKBN Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”.

Baca juga: BKKBN Jatim Buka Posko “Sapa Pemudik”, Sediakan Layanan KB dan Cek Kesehatan Gratis

Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, mengatakan Rakorda untuk mengevaluasi program tahun sebelumnya. 

Selain itu untuk menyatukan langkah strategis pelaksanaan Program Bangga Kencana tahun 2026.

“Pada hari ini kita melaksanakan Rakorda Program Bangga Kencana di Jawa Timur yang juga dihadiri unsur pemerintah provinsi. Tujuannya mengevaluasi program tahun sebelumnya sekaligus menyatukan langkah pelaksanaan program tahun 2026 agar berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Baca juga: BKKBN Jatim Konsolidasi dan Perkuat Sinergi Bersama OPD KB 38 Kabupaten/Kota

Sementara itu, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, yang mewakili Gubernur Jawa Timur menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur pasti mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat. Berbagai program percepatan peningkatan kualitas keluarga terus dilakukan, termasuk penurunan stunting melalui penguatan koordinasi lintas sektor,” katanya.

Baca juga: Tanam 1000 Pohon BKKBN Jatim Sukseskan Gerakan Indonesia ASRI

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Sufi Agustini, menambahkan penurunan angka stunting di Jawa Timur merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat melalui program sosialisasi, edukasi, dan pendampingan keluarga.

“Tahun ini angka stunting sudah turun sekitar 14 persen. Kami optimistis melalui penguatan sosialisasi, advokasi, serta pendampingan pada ibu hamil terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, angka tersebut dapat terus ditekan,” ujarnya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru