SURABAYA - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri, menyoroti program Kampung Pancasila yang digagas oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Ia menilai, di balik terealisasinya program tersebut, perlu adanya sosialisasi yang masif hingga ke tingkat bawah, seperti kecamatan, kelurahan, RT, dan RW, serta melibatkan para pemuda sebagai bagian dari penggerak di masyarakat.
Baca juga: DPRD Surabaya Klarifikasi Aturan Rumah Kos dalam Perda Hunian Layak
"Ya, harus digencarkan, karena yang saya tahu dengan program pemerintah ini banyak masyarakat yang belum memahami akan apa namanya tujuan dari dibentuknya Kampung Pancasila," ujarnya, pada Senin (20/4).
Terkait langkah awal sosialisasi, Agus sapaan akrabnya menyebut, peran kelurahan sangat penting sebagai ujung tombak pemerintah kota dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
"Ya, terutama dari pihak Kelurahan sebagai kepanjangan tangan pemerintah Kota Surabaya itu harus mensosialisasikan dari tingkatan RW sampai turun itu biar masyarakat tau semua," katanya.
Ia pun mengingatkan, agar proses sosialisasi tidak hanya berhenti di tingkat atas, melainkan benar-benar menjangkau masyarakat secara langsung.
"Ya kan, jangan sampai di sosialisasinya di tingkat pusat tapi ke bawah tidak akan paham. Itu yang nantinya akan menghambat gimana program dibentuknya kampung Pancasila," sebutnya.
Baca juga: Eks Camat Diduga Terlibat Penipuan Kerja, DPRD Surabaya Desak Tindakan Tegas
Saat ditanya mengenai tujuan dari program Kampung Pancasila, politisi muda asal PPP itu menilai, program tersebut bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan membantu pemerintah kota.
"Ya, tujuan dari bentuknya kampung Pancasila itu biar membantu pemerintah kota jangan terlalu terbebani dengan banyak masalah. Karena kita sebagai warga Surabaya juga bertanggung jawab untuk menjaga daerahnya masing-masing," ungkapnya.
Sementara mengenai kebijakan Wali Kota terkait penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat RW, Agus menyebut hal tersebut merupakan langkah yang baik, namun perlu dilakukan secara lebih intensif dan terarah.
Baca juga: Disorot DPRD, Proyek SMPN Waru Gunung Rp8,5 Miliar Baru Sebatas Kerangka
"Ya, sebenarnya bagus ya, tapi lebih intensif lagi itu jangan sampai menurunkan ASN tapi enggak tahu tujuan pastinya," jelasnya.
Sebab, menurutnya, keberadaan ASN di tengah masyarakat harus mampu memberikan pemahaman yang jelas terkait program tersebut.
"Jadi mereka itu pas waktu turun ke bawah itu pas dengan ketemu masyarakat dan bisa memberikan pencerahan atau memberikan wawasan yang baik terkait dengan Kampung Pancasila," pungkasnya.
Editor : Redaksi