‎Damkar Tiba Kurang dari 7 Menit, Cahyo Apresiasi Penanganan Kebakaran Maut di Banyu Urip

Cahyo Siswo Utomo
Cahyo Siswo Utomo

‎SURABAYA - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, mengapresiasi kesigapan petugas pemadam kebakaran dalam menangani tragedi kebakaran rumah di kawasan Banyu Urip, Surabaya, pada Senin (25/5) malam.‎

‎Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik saat pengisian daya motor listrik tersebut, mengakibatkan dua korban jiwa. Seorang nenek dan cucunya ditemukan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Dua Hari Pasca Kebakaran, Sejumlah Titik Api Masih Terlihat Damkar Lakukan Pemadaman

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.58 WIB. Unit pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 23.04 WIB. Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dan empat unit penyelamat dikerahkan untuk memadamkan api serta melakukan evakuasi korban.

‎Menanggapi kejadian itu, Cahyo Siswo Utomo yang akrab disapa Cahyo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

‎"Iya yang pertama kita turut berduka ya atas terjadinya kebakaran itu. Kita turut prihatin juga atas terjadinya kebakaran itu. Semoga nanti tidak terjadi di berikut-berikutnya," ujarnya, pada Rabu (3/6).‎

‎Selain menyampaikan duka cita, Ketua Fraksi PKS itu, juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), atas respons cepat dalam penanganan kebakaran tersebut.‎

Baca Juga: Petugas Damkar Digigit Ular saat Evakuasi, Dilarikan ke RSUD dr. Koesnadi

‎"Saya apresiasi dari Pemerintah Kota Surabaya khususnya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang kalau dari informasi yang saya dapatkan itu tidak sampai 7 menit, sudah sampai di lokasi dan langsung melakukan penanganan sampai kemudian kebakarannya dapat diatasi dengan baik," katanya.

‎Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik maupun perangkat pengisian daya kendaraan listrik guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.‎

‎Agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, Cahyo menekankan pentingnya memastikan kelayakan sarana dan prasarana kelistrikan, terutama bagi pemilik kendaraan listrik.

Baca Juga: Bersama Damkar Polres Kediri Gelar Sosialisasi Pencegahan Kebakaran 

‎"Bagi warga yang memiliki kendaraan listrik juga, agar betul-betul diperhatikan kelayakan sarana-prasarana yang terkait dengan listrik itu," tegasnya.

‎Sebagai informasi, korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Suamah (72) dan cucunya, Muhammad Azzam Rizki Pratama (14), yang merupakan pelajar kelas 1 SMP Negeri 46 Surabaya.

Editor : Redaksi