MPP Diserbu Pencari Kerja, Pembuatan Kartu Kuning Membeludak Tiap Hari

Reporter : S Jenab
Pelayanan pembuatan kartu kuning di MPP Majalengka

MAJALENGKA - Membludaknya jumlah pencari kerja yang membuat kartu kuning atau AK-1 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Majalengka menyebabkan antrean panjang setiap harinya.

Lonjakan pemohon terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan maupun instansi.

Baca juga: Wabup Majalengka Hadiri Pengukuhan Rektor Baru Unma, Dorong Kepemimpinan Berintegritas dan Kolaborat

Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (12/5) ratusan pencari kerja sejak pagi sudah memadati area pelayanan kartu kuning. Banyak warga rela datang lebih awal agar mendapatkan nomor antrean pelayanan.

Operator pelayanan kartu kuning, Tahjudiya, mengatakan jumlah pemohon setiap hari terus meningkat hingga mencapai lebih dari 400 orang. Sementara kapasitas pelayanan dan pencetakan kartu kuning masih sangat terbatas.

“Setiap hari pembuat kartu kuning membeludak, bisa sampai lebih dari 400 orang. Sedangkan kuota pencetakan setiap hari hanya sekitar 200 kartu. Biasanya pelayanan pencetakan baru selesai sekitar pukul 16.00 WIB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas menjadi salah satu kendala utama dalam pelayanan. Saat ini pelayanan hanya ditangani oleh empat operator dengan dukungan dua unit komputer.

“Operator hanya empat orang dan komputer yang digunakan hanya dua unit, jadi memang cukup kewalahan menghadapi antrean yang terus meningkat,” katanya.

Meski demikian, para petugas tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal agar seluruh pemohon dapat terlayani dengan baik.

Baca juga: Kades Garawastu, Lepas 4 Jemaah Haji dari Mesjid Al-Fallah

Salah seorang pencari kerja asal Kecamatan Jatiwangi, Rizky (22), mengaku harus datang sejak pagi untuk mendapatkan antrean.

“Datang dari jam tujuh pagi supaya kebagian nomor antrean. Soalnya kalau kesiangan biasanya antreannya sudah penuh,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Siti Nurjanah (20), warga Kecamatan Kadipaten. Ia berharap pelayanan kartu kuning bisa ditambah agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama.

“Semoga fasilitas dan petugasnya bisa ditambah, karena yang bikin kartu kuning sekarang banyak sekali,” katanya.

Baca juga: 25 Desa di Majalengka Terima Mobil Operasional Koperasi Desa Merah Putih

Sementara itu, pencari kerja lainnya, Andri (24), mengaku pembuatan kartu kuning menjadi syarat utama untuk melamar pekerjaan yang sedang dibuka di sejumlah perusahaan.

“Sekarang banyak lowongan yang minta kartu kuning sebagai syarat administrasi, jadi mau tidak mau harus bikin,” tuturnya.

Lonjakan pemohon kartu kuning ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mencari pekerjaan, sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi pelayanan publik di tengah keterbatasan fasilitas dan sumber daya yang ada.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru