SURABAYA - Nama A Jauhar Fikri sebelumnya masih samar-samar masuk dalam bursa Calon Ketua DPC PKB Lamongan.
Belakangan, pria yang akrab disapa Saleho ini mulai santer terdengar sebagai salah satu calon kuat menduduki kursi pimpinan DPC Lamongan.
Baca juga: Muscab PKB Surabaya 2026: Targetkan Lebih dari 10 Kursi di DPRD
Kehadiran Saleho sebagai salah satu calon terbilang mengejutkan. Usianya masih muda, 33 tahun. Generasi millenial. Hal ini menjadi rekor sebagai calon termuda se antero Jawa Timur.
Terkhusus di Lamongan, komposisi calon diisi oleh Ketua DPC PKB Haji Ghofur, Ketua DPRD Lamongan M Fredy Wahyudi dan Ketua Bapemperda DPRD Lamongan Suherman. Tentu, kans untuk menjadi Ketua DPC berikutnya masih terbuka lebar untuk dirinya. Sebab, potensi pasar pemilih anak muda masih besar di Lamongan.
Spektrum Aktivis
Sebagai seorang yang berkiprah di partai politik, sosok Saleho tidak serta merta masuk dalam jajaran pejabat teras DPW PKB Jawa Timur. Semua bermula saat pemuda kelahiran Sugio ini masuk dalam ruang aktivisme di Kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya - baca UIN Sunan Ampel - 2011 silam.
Dari organisasi PMII ia berproses dan menempa diri. Hingga pada 2014 dirinya ditunjuk menjadi Ketua Cabang PMII Surabaya Selatan. Pria yang selalu menenteng buku Tan Malaka ini tidak dinyana sukses melahirkan beberapa program untuk pengembangan organisasi di tubuh PMII Surabaya Selatan.
Pasca kepemimpinannya di PMII, barulah dirinya mulai berproses di DPW PKB Jawa Timur. Mulai dari membantu kesekretariatan dan mengawal berbagai kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan DPW.
Baca juga: PKB Jatim Tegaskan Komitmen Green Party, Gandeng Refillin Kampanyekan Stop Plastik Sekali Pakai
2019 adalah babak baru beliau berproses di Jakarta. Pekerjaaannya tidak jauh berbeda saat masih di DPW Jatim. Hanya saja, skalanya lebih luas, yakni mengawal berbagai kebijakan partai di seluruh Indonesia.
Barulah pada helatan Muswil DPW PKB Jatim 2025, Saleho ditunjuk untuk membantu kerja kepengurusan baru dibawah Gus Halim dan Multazamudz Dzikri. Jabatannya juga tidak main-main, sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim.
Rupanya, jalan takdir yang ditetapkan pada helatan Muscab DPC Lamongan menunjuknya untuk menjadi salah satu kandidat calon ketua. Bersanding dengan nama-nama besar tentunya tidak menyurutkan langkahnya untuk jalan pengabdian.
Seluruh proses mulai dari prosesi Muscab yang menaikkan namanya menjadi salah satu calon ketua, mengikuti proses UKK tahap pertama di Malang dan proses UKK yang diselenggarakan oleh DPP PKB telah dilalui. Tentunya, hasil akhir diserahkan semuanya kepada DPP sebagai mahkamah tertinggi partai.
Baca juga: PKB Jatim Rombak Struktur, Gus Halim Siapkan Strategi Khusus Bidik Gen Z dan Kursi Gubernur
Selain itu, pemilik tagline "Berjuang hingga Tuntas" ini mengatakan akan berkomitmen terhadap seluruh keputusan partai.
"Saya sudah mengikuti seluruh rangkaian Muscab hingga UKK tahap kedua. Selebihnya, siapapun yang jadi harus dihormati bersama. Sebab, ini adalah keputusan tertinggi partai dan tidak bisa diganggu gugat," ujarnya.
Dan, ini menjadi sinyal penting, bahwa di tubuh partai PKB tidak alergi dengan kehadiran sosok baru. Dan, kesempatan anak muda untuk tampil dalam panggung politik terbuka lebar.
Editor : Redaksi