JAKARTA - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, berkomitmen memberantas narkoba, handphone ilegal, serta berbagai bentuk pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan.
Komitmen tersebut kembali dibuktikan melalui respons cepat Lapas Cipinang dalam mendukung pengungkapan dugaan peredaran vape etomidate yang dikembangkan oleh Bareskrim Polri di salah satu tempat hiburan malam kawasan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Baca Juga: Lapas Cipinang Optimalkan Layanan Kesehatan Warga Binaan
Dalam pengembangan kasus tersebut, aparat penegak hukum mendalami dugaan keterkaitan salah satu Warga Binaan Lapas Cipinang.
Menindaklanjuti informasi itu, jajaran Lapas Cipinang langsung bergerak melakukan koordinasi intensif bersama Bareskrim Polri serta memperkuat pengamanan internal guna memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Sebagai langkah konkret, jajaran pengamanan Lapas Cipinang melaksanakan razia dan pemeriksaan menyeluruh pada blok hunian Warga Binaan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas mengamankan alat komunikasi yang diduga berkaitan dengan perkara dan selanjutnya diserahkan kepada pihak Kepolisian untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Lapas Cipinang Tegaskan Komitmen Zero Halinar melalui Ikrar dan Deklarasi Bersama
Selain itu, warga binaan yang diduga terkait langsung ditempatkan di Blok Restoratif guna kepentingan pengamanan, pengawasan, serta pendalaman lebih lanjut sebagai langkah antisipatif dan pengendalian situasi internal.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, memimpin langsung kegiatan razia bersama jajaran pengamanan di lingkungan blok hunian.
Dalam keterangannya, Wachid menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh proses penegakan hukum dan tidak akan memberikan ruang kompromi terhadap segala bentuk penyimpangan.
Baca Juga: Kalapas Cipinang Dorong Pejabat Baru Langsung Bergerak Jalankan Kerja Nyata Pelayanan PRIMA
“Kami langsung bergerak cepat berkoordinasi dan bersinergi dengan Bareskrim Polri untuk mendukung proses pengungkapan perkara ini. Saat ini proses masih terus dikembangkan oleh Bareskrim Polri. Pengamanan internal, razia, dan langkah pengendalian langsung kami lakukan sebagai bentuk keseriusan menjaga keamanan serta integritas pemasyarakatan,” tegas Wachid, Jumat (15/5).
Ia menambahkan komitmen Zero HALINAR terus diperkuat melalui pengawasan berlapis, deteksi dini, razia rutin, serta penindakan tegas terhadap setiap pelanggaran.
“Tidak ada toleransi terhadap narkoba, handphone ilegal, maupun berbagai bentuk penyimpangan lainnya. Jika dalam proses pendalaman ditemukan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk petugas, akan kami tindak tegas sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku,” lanjutnya.
Editor : Redaksi