Paguyuban Siliwangi Majakuning Konsisten Tebar Pohon Endemik dan Lakukan Sekat Bakar

Reporter : M. Farhan
Paguyuban Siliwangi Majakuning

MAJALENGKA – Paguyuban Kelompok Tani Hutan (KTH) Siliwangi Majakuning terus menunjukkan komitmennya menjaga kawasan hutan konservasi di lereng Gunung Ciremai. Salah satunya dengan melakukan sekat bakar serta menanam seribu pohon endemik Ciremai di kawasan Agro Park Blok Simpang Masawa, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Selasa (19/5).

Kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya tanpa proyek, tanpa instruksi formal, maupun seremoni. Para anggota datang membawa cangkul dan bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian hutan.

Baca juga: MPP Diserbu Pencari Kerja, Pembuatan Kartu Kuning Membeludak Tiap Hari

Gerakan itu lahir dari kesadaran masyarakat sekitar kawasan penyangga TNGC, khususnya warga Desa Cikaracak, bahwa hutan bukan ruang eksploitasi, melainkan warisan yang harus dijaga bersama.

Ketua Paguyuban Siliwangi Majakuning, Sunandar mengatakan, upaya sekat bakar dan penanaman pohon endemik dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi ancaman kebakaran hutan maupun dampak musim kemarau panjang akibat El Nino.

“Langkah ini adalah upaya pelestarian alam dengan menjaga habitat hutan konservasi dari kemungkinan bencana El Nino dan kebakaran hutan akibat pembukaan lahan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu kami melakukan sekat bakar dan terus menambah pohon endemik secara konsisten agar hutan dan Gunung Ciremai tetap terjaga,” ujar pria yang akrab disapa H. Nandar itu.

Baca juga: Wabup Majalengka Hadiri Pengukuhan Rektor Baru Unma, Dorong Kepemimpinan Berintegritas dan Kolaborat

Dalam struktur paguyuban, Nandar menaungi 28 KTH yang tersebar di 28 desa di wilayah Kabupaten Majalengka dan Kuningan.

Ia menegaskan, Paguyuban Siliwangi Majakuning kini semakin solid dengan kedisiplinan anggota yang menjadi fondasi utama pergerakan pelestarian lingkungan.

“Penanaman pohon endemik di Blok Simpang Masawa melibatkan lebih dari 60 anggota KTH Paguyuban Siliwangi dengan sistem tanam banjar. Setiap orang bertanggung jawab terhadap sekitar 100 pohon yang harus dipantau secara berkala,” tegasnya.

Baca juga: Kades Garawastu, Lepas 4 Jemaah Haji dari Mesjid Al-Fallah

Selain itu, pihaknya berharap masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian hutan TNGC dan bersama-sama menjaga kawasan tersebut dari berbagai ancaman, baik bencana maupun aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

“Tentunya kami berharap semua pihak, baik warga maupun anggota paguyuban, semakin sadar pentingnya menjaga kelestarian hutan Gunung Ciremai. Manfaatnya sangat terasa, baik secara ekologis maupun ekonomis. Kami juga berharap pemerintah terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan Balai TNGC dapat memberikan fasilitas agar Paguyuban Siliwangi semakin terorganisir,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru