‎Budi Leksono Tinjau RPH Surabaya, Layanan Kurban Ditingkatkan

Reporter : Aldi Fakhrudin
Buleks saat ke RPH Surabaya

‎SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, meninjau kesiapan Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya dalam memberikan layanan pemotongan hewan kurban bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul adha.

‎Dalam peninjauan tersebut, Buleks, sapaan akrabnya menemukan, bahwa PT RPH Surabaya pada tahun ini hanya melayani jasa pemotongan hewan kurban jenis sapi.

Baca juga: DPRD Surabaya Gandeng Polrestabes Rumuskan Langkah Strategis Penguatan Kamtibmas ‎

‎Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur PT RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, yang menyebut bahwa pada pelaksanaan Iduladha tahun ini pihaknya hanya memprioritaskan layanan pemotongan hewan kurban jenis sapi.

‎“Untuk tahun ini kami hanya fokus pada jasa pemotongan sapi saja, tidak ada kambing maupun hewan lainnya,” ujarnya.

‎Fajar menambahkan, target layanan pemotongan sapi pada tahun ini mencapai 200 ekor. Namun hingga saat ini, sebanyak 140 ekor telah terdaftar berasal dari masjid, yayasan, organisasi masyarakat (ormas), partai politik (parpol), serta berbagai lembaga lainnya.

‎“Target jasa potong sapi 200 ekor, namun sampai sekarang sudah ada 140 yang mendaftar dari masjid, yayasan, ormas, parpol, dan sebagainya,” paparnya.

‎Terkait biaya layanan, Fajar menjelaskan tarif jasa pemotongan hewan kurban mengalami kenaikan sebesar Rp300 ribu, dari sebelumnya Rp2,5 juta menjadi Rp2,8 juta per ekor.

‎Menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya operasional, terutama upah tenaga kerja serta harga bahan pendukung seperti plastik kemasan.

Baca juga: Kunjungan ke PN Surabaya Ungkap Keterbatasan Ruang Sidang dan Fasilitas Peradilan

‎“Harusnya tahun kemarin naik, tetapi kami tunda. Tahun ini tidak bisa dibendung lagi karena ongkos jasa pekerja yang membantu pencacahan serta bahan plastik juga naik. Maka tarif kami naikkan Rp300 ribu menjadi Rp2,8 juta,” katanya.

‎Di sisi lain, Buleks meminta agar pelayanan Perseroda RPH Surabaya semakin maksimal dan optimal dalam melayani masyarakat Kota Surabaya.

‎“Kita mengajak warga Kota Surabaya untuk memotong hewan kurbannya di RPH agar lebih praktis, bersih, dan higienis,” katanya.

‎Menurutnya, standar kebersihan dan pengawasan di RPH sudah cukup baik sehingga mampu memberikan jaminan keamanan dalam proses pemotongan hewan kurban.

Baca juga: Konflik Batas Wilayah RW di Bambe, DPRD Surabaya Tekankan Kerukunan Warga

‎“Karena mulai dari pengawasan terkait kebersihannya sudah tidak diragukan lagi,” imbuhnya.

‎Selain itu, Buleks juga menekankan pentingnya pengawasan kesehatan hewan kurban yang masuk ke RPH, termasuk memastikan proses pemotongan hingga pengemasan dilakukan secara higienis dan sesuai standar.

‎“Soal kesehatan hewan kurban yang masuk di RPH harus diperhatikan. Termasuk pemotongan hingga pengemasan harus benar-benar bersih, rapi, dan tertata,” pungkasnya.

‎Sebagai informasi, tarif Rp2,8 juta tersebut merupakan paket lengkap yang mencakup proses pemotongan, pengemasan, hingga pengiriman daging kurban kepada penerima. Sementara itu, untuk layanan pemotongan tanpa proses pengemasan dan pengiriman, atau potong lepas tulang, tarif yang dikenakan sebesar Rp2 juta per ekor.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru