SURABAYA - PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya mencatat peningkatan jumlah hewan kurban yang didaftarkan, untuk dipotong pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Hingga saat ini, jumlah hewan kurban yang masuk tercatat mencapai 180 ekor, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 170 ekor.
Baca juga: DPC PDI Perjuangan Surabaya Sembelih 14 Sapi Kurban di RPH Pegirian
Direktur Utama PT RPH Surabaya, Fajar A. Isnugroho, mengatakan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan secara bertahap mulai Rabu (27/5) hingga hari tasyrik terakhir.
“Sebanyak 180 ekor dipotong mulai hari Rabu, Kamis, Jumat, hingga Sabtu. Hari ini yang paling banyak sekitar 70 ekor, besok 68 ekor, sisanya dilakukan pada Jumat dan Sabtu,” ujarnya, Kamis (28/5).
Fajar menjelaskan, tingginya antusiasme masyarakat membuat pihaknya memperpanjang masa pendaftaran layanan pemotongan hewan kurban yang semula dijadwalkan ditutup lebih awal.
“Seharusnya pendaftaran ditutup kemarin. Namun karena melihat animo masyarakat masih cukup tinggi, kami membuka kesempatan hingga tanggal 28 Mei agar masyarakat masih bisa memanfaatkan jadwal pemotongan pada Jumat dan Sabtu,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, jumlah hewan kurban yang diproses tahun ini meningkat 10 ekor dibanding tahun lalu. Bahkan, pihaknya menargetkan jumlah pemotongan dapat mencapai 200 ekor.
“Tahun lalu 170 ekor, sekarang sudah 180 ekor. Target saya bisa mencapai 200 ekor,” katanya.
Pada pelaksanaan kurban tahun ini, PT RPH Surabaya memilih fokus pada layanan jasa pemotongan dan tidak lagi menjual sapi kurban seperti tahun sebelumnya.
Adapun layanan yang tersedia meliputi jasa potong, kemas, dan kirim dengan tarif Rp2,8 juta. Layanan tersebut mencakup proses penyembelihan, pencacahan, pengemasan, hingga distribusi daging kurban.
Baca juga: Budi Leksono Tinjau RPH Surabaya, Layanan Kurban Ditingkatkan
Sementara layanan potong daging lepas tulang atau karkas besar dikenakan biaya Rp2 juta. Dalam skema ini, panitia kurban masih dapat melakukan pencacahan, penimbangan, hingga pengemasan secara mandiri.
Fajar mengakui terjadi penyesuaian tarif dibanding tahun lalu. Layanan potong lepas tulang yang sebelumnya Rp1,8 juta naik menjadi Rp2 juta. Sedangkan layanan potong, kemas, dan kirim meningkat dari Rp2,5 juta menjadi Rp2,8 juta.
“Kenaikan biaya dipengaruhi meningkatnya harga bahan pendukung, termasuk kebutuhan kemasan food grade serta biaya produksi lainnya,” tuturnya.
Selain peningkatan layanan, PT RPH Surabaya juga bersiap melakukan perpindahan operasional dari lokasi saat ini di Pegirian menuju fasilitas baru di kawasan Tambak Osowilangun.
Menurut Fajar, perpindahan belum dilakukan lebih awal karena masih ada sejumlah sarana dan prasarana di lokasi baru yang perlu diselesaikan.
Baca juga: Bawas PT RPH: Keluhan Mitra Jagal Harus Jadi Catatan Pemkot Surabaya
“Kami tidak ingin terburu-buru pindah sebelum seluruh fasilitas siap. Alhamdulillah masih ada waktu hingga akhir Mei, sehingga rencana perpindahan dimulai pada 1 Juli,” ucapnya.
Meski demikian, hasil komunikasi dengan para pelanggan menunjukkan mayoritas tidak mempermasalahkan perpindahan lokasi pemotongan hewan kurban ke Tambak Osowilangun.
“Mayoritas pelanggan menyatakan tidak keberatan. Mereka tetap membutuhkan layanan RPH untuk membantu proses pemotongan selama masa kurban,” jelasnya.
Fajar bersyukur pelanggan setia PT RPH Surabaya tetap memilih menggunakan layanan RPH meski lokasi operasional nantinya berpindah.
“Pelanggan kami tidak pindah atau beralih. Mereka tetap menyesuaikan dengan lokasi RPH yang baru di Tambak Osowilangun,” pungkasnya.
Editor : Redaksi