Cuaca Panas Ekstrem Mengancam, Damkar Pemalang Siaga Hadapi Ancaman Kebakaran Lahan

Reporter : Ragil S
Damkar Pemalang antisipasi kebakaran

PEMALANG – Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, Satuan Polisi Pamong Praja melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pemalang meningkatkan status kesiagaan.

Cuaca terik yang melanda wilayah Pemalang dalam beberapa pekan terakhir telah mengubah hamparan semak, ilalang, dan lahan kosong menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar.

Baca juga: Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar

Pihak Damkar dan Penyelamatan Pemalang mencatat sejumlah insiden telah terjadi, seperti kebakaran lahan di kawasan Surajaya, kebakaran di petak hutan Bantarbolang, hingga tebing perbukitan di Desa Beluk, Kecamatan Belik.

Kondisi angin kencang pada siang hari membuat percikan api kecil mampu merembet dan membesar hanya dalam hitungan menit.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Nurokhman, mengimbau masyarakat melalui akun media sosial resmi Damkar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau panjang.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Nurokhman menambahkan agar masyarakat selalu berhati-hati, terutama saat membakar sampah.

Ia juga mengingatkan warga untuk memastikan kompor atau dapur dalam keadaan padam sebelum meninggalkan rumah serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak meremehkan gesekan atau bara sekecil apa pun. Jangan sekali-kali membakar sampah di pekarangan atau membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar. Pastikan saat bepergian kompor atau dapur sudah padam, serta jangan membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan," ujar Nurokhman, Jumat (24/7).

Baca juga: Air Mata dan Peluh Srikandi Damkar Pemalang Selamatkan Pondok Pesantren dari Musibah Kebakaran

Selain aktivitas membakar sampah, kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di sepanjang jalan maupun area tebing yang kering juga menjadi salah satu pemicu kebakaran yang sering diabaikan masyarakat.

Damkar Pemalang mengingatkan bahwa kelalaian kecil tersebut tidak hanya mengancam keselamatan lingkungan dan satwa, tetapi juga berisiko merembet hingga ke permukiman warga.

Sebelumnya, Damkar Pemalang melaporkan kebakaran lahan kering terjadi di empat titik hanya dalam satu hari, yakni pada Kamis (23/7), meliputi:

Desa Demangharjo, Kecamatan Warureja.

Baca juga: Damkar Pemalang Selamatkan Anak Kucing yang Terjebak Dua Hari di Atap Bangunan

Kecamatan Randudongkal.

Kecamatan Comal.

Kaligelang.

Masyarakat diminta segera melapor ke pos-pos Damkar terdekat di wilayah Pemalang apabila melihat kepulan asap atau titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum api meluas dan sulit dikendalikan. 

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru