SUMEDANG — Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya mangga Gedong Gincu terus dilakukan melalui kegiatan Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL-GAP) yang dilaksanakan di Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ujungjaya tersebut diikuti para peserta SL yang berasal dari kelompok tani Desa Ujungjaya. Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya diisi dengan sosialisasi dan tanya jawab, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
Baca juga: Sopir Mobil Penabrak Polisi Hingga Tewas Ditetapkan Tersangka
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pemeliharaan dan penanaman pohon mangga hingga praktik pembuatan bibit mangga secara mandiri.
Koordinator BPP Kecamatan Ujungjaya, Ai Nurjanah, mengatakan kegiatan SL-GAP dilaksanakan selama lima hari dengan mengombinasikan penyampaian materi dan praktik lapangan yang berfokus pada penerapan budidaya mangga yang baik.
"Selama lima hari kita menyampaikan materi sekaligus melakukan praktik, mulai dari penyiapan lahan, pemilihan bibit, pemupukan, pengairan, pemeliharaan pohon, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen dan teknis pascapanen," ungkap Ai Nurjanah, Rabu (12/8).
Selain materi utama terkait budidaya mangga, peserta juga mendapatkan materi tambahan mengenai cara menghasilkan benih atau bibit yang berkualitas.
Menurut Ai, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur) budidaya mangga yang baik, sekaligus mendorong petani menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara swadaya.
"Kita berharap petani memahami SOP tentang budidaya mangga yang baik dan memiliki kemauan untuk secara swadaya melakukan praktik-praktik yang sudah dipelajari, termasuk pembuatan bibit dan pembuatan VOC atau pestisida," jelasnya.
Baca juga: Sertijab Camat Sindangwangi, Fazri Pria Perdana Serahkan Jabatan kepada Veni Victorudien
Sementara itu, salah seorang peserta, Solihin, mengungkapkan kegiatan SL-GAP memberikan tambahan pengetahuan sekaligus motivasi bagi para petani mangga.
Menurutnya, masih banyak peluang yang dapat dikembangkan dalam sektor pertanian mangga, termasuk usaha pembibitan.
"Kegiatan ini memberikan peningkatan pengetahuan dan motivasi bagi para petani mangga. Di pertanian mangga ini masih banyak peluang yang harus dibenahi dan diperbaiki," ujar Solihin.
Ia menilai usaha pembibitan mangga menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan oleh petani secara mandiri. Ke depan, dirinya berencana mencoba mengembangkan pembibitan agar petani tidak selalu bergantung pada bantuan bibit dari pemerintah maupun pihak luar.
Baca juga: Polisi Temukan Senpi Revolver di Tangan Komplotan Curanmor Asal Lampung
"Ke depannya mungkin kita akan mencoba pembibitan, sehingga kita tidak ketergantungan bibit mangga dari bantuan pemerintah atau pihak luar," katanya.
Solihin berharap penerapan ilmu yang diperoleh melalui SL-GAP dapat membantu petani meningkatkan kualitas dan hasil produksi mangga secara maksimal.
BPP Kecamatan Ujungjaya memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti setelah pelaksanaan SL-GAP selesai. Pemantauan secara berkala akan dilakukan sebagai tindak lanjut untuk melihat penerapan hasil pembelajaran di lapangan sekaligus mendorong keberhasilan dan peningkatan produktivitas petani mangga di Desa Ujungjaya.
Dengan adanya Sekolah Lapang GAP, petani diharapkan semakin mampu menerapkan prinsip budidaya mangga yang baik, menghasilkan produk berkualitas, serta mengembangkan potensi usaha pendukung seperti pembibitan secara mandiri.
Editor : Redaksi