Kebakaran Hutan di RPH Nyalindung Sumedang, Dua Hektare Lahan Terbakar

Kebakaran di RPH
Kebakaran di RPH

SUMEDANG – Kebakaran hutan terjadi di kawasan RPH Nyalindung, BKPH Tomo Utara, tepatnya di Petak 101L-1, Blok Cariu, Kabupaten Sumedang, Senin (21/9) malam.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.45 WIB setelah KRPH Nyalindung menerima informasi adanya api di kawasan hutan. Petugas RPH Nyalindung bersama petugas RPH Bugel kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

Baca Juga: Warga Jepara Dibekali Mitigasi Kebakaran, Komisi B DPRD Surabaya Gandeng Damkar

Setibanya di lokasi, petugas memastikan telah terjadi kebakaran pada kawasan hutan dengan luas baku sekitar 4,20 hektare. Areal tersebut merupakan kelas hutan TKLR dengan jenis tanaman kaliandra tahun tanam 2021.

Informasi mengenai kebakaran kemudian dilaporkan kepada Asper/KBKPH Tomo Utara, Tomi Suryaman, untuk mendapatkan dukungan penanganan.

Tomi Suryaman mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan petugas di lapangan dan unsur terkait untuk melakukan pemadaman.

“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dan mengerahkan personel untuk bersama-sama melakukan pemadaman. Upaya utama adalah mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya,” ujar Tomi Suryaman.

Proses pemadaman dilakukan secara manual dengan menggunakan gepyok ranting, pohon basah, dan batang pohon pisang.

Baca Juga: Irigasi Kembali Mengalir, Petani Cikedung Sumedang Siap Percepat Masa Tanam

Sebanyak 18 personel terlibat dalam proses pemadaman. Mereka terdiri dari delapan petugas Perhutani, dua personel Polsek, dua personel Koramil, empat personel BPBD, serta dua personel pemadam kebakaran.

Setelah dilakukan pemadaman selama hampir tiga jam, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 21.30 WIB.

Berdasarkan pendataan sementara, luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Sirnamulya, Polisi Kantongi Identitas Orangtuanya

Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Setelah api berhasil dipadamkan, kami tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala,” kata Tomi.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran oleh petugas terkait.

Editor : Redaksi