MAJALENGKA - Bupati Majalengka Eman Suherman berjanji akan melakukan evaluasi terhadap sistem dan pola pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Majalengka.
Evaluasi buntut insiden pelayan di insiden pelayan di Puskesmas Bantarujeg. Evaluasi dijadwalkan, pada Selasa (3/11).
Baca Juga: Bupati Eman Evaluasi Pelayanan Kesehatan Puskesmas Bantarujeg
Evaluasi bakal memanggil seluruh kepala Puskesmas bersama tenaga medis dan dokter untuk memberikan arahan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bupati menekankan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya berpedoman pada prosedur medis, tetapi juga harus dibarengi sikap ramah, santun, kepedulian dan empati terhadap kondisi pasien.
Menurutnya, masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan umumnya sedang menghadapi berbagai persoalan. Selain merasakan sakit secara fisik, mereka juga dibebani kecemasan mengenai biaya pengobatan, kondisi keluarga, hingga siapa yang akan mendampingi selama menjalani perawatan.
Baca Juga: Manfaatkan Layanan Balik Nama Sertifikat Tanah 10 Hari, Eman Optimistis Dongkrak Investasi dan PAD
"Masyarakat yang datang ke Puskesmas atau rumah sakit itu membawa segudang persoalan. Bukan hanya sakit fisik, tetapi juga kepikiran biaya, keluarga yang menjaga, dan rasa cemas. Karena itu mereka sangat sensitif," ungkapnya, Senin (2/11).
Ia mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar mampu memahami kondisi psikologis pasien dan keluarganya. Sikap profesional harus diwujudkan melalui pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.
"Petugas harus memahami ini, tinggalkan egoisme di rumah, dan layani masyarakat dengan ramah, santun, serta penuh empati," pungkasnya.
Baca Juga: Dukung Ketersediaan Air Lahan Pertanian, Pemkab Majalengka Gelontorkan Dana Rp13 M
Bupati berharap peristiwa di Puskesmas Bantarujeg menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jajaran pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus membenahi kualitas pelayanan kesehatan, baik dari sisi prosedur, koordinasi ant petugas, maupun pendekatan humanis, sehingga setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis dapat memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan manusiawi.
Editor : Redaksi