PEMALANG - Sekumpulan anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Taman, Pemalang, Jawa Tengah, mencuri perhatian setelah memanfaatkan replika keranda yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan karnaval HUT RI sebagai sarana bermain. Karena mengaku sedang gabut, mereka kemudian mengusung replika tersebut beramai-ramai melintasi Jalan Raya Beji, Taman, layaknya membawa keranda jenazah sungguhan.
Aksi tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh canda. Sejumlah anak terlihat bergantian mengangkat serta mendorong replika keranda yang terbuat dari bahan ringan. Beberapa anak lainnya ikut berjalan di belakang sambil tertawa dan menikmati kegiatan tersebut.
Baca juga: Parkiran Motor Meluber Tutup Trotoar di Pemalang, Dishub Diminta Lebih Serius
Replika keranda itu diketahui bukan keranda jenazah sebenarnya, melainkan properti yang sebelumnya digunakan untuk memeriahkan karnaval dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi anak-anak tersebut, properti yang sudah tidak digunakan itu justru menjadi hiburan tersendiri. Mereka mengaku tidak memiliki kegiatan sehingga memilih memanfaatkan benda tersebut untuk bermain bersama.
Meski terlihat lucu dan mengundang perhatian, kegiatan membawa replika keranda di jalan tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan.
Anak-anak juga sebaiknya tidak bermain terlalu dekat dengan arus lalu lintas maupun mengganggu pengguna jalan lainnya.
Baca juga: Nyentrik! Sugiarto Daftar Calon Kades Padek Naik Sepeda Ontel, Tanpa Iring-iringan Ratusan Pendukung
Seorang warga yang kebetulan melintas, Tono (45), mengaku geli melihat tingkah anak-anak tersebut.
“Namanya juga anak-anak, mungkin sedang gabut. Keranda itu kan cuma replika bekas karnaval, jadi mereka jadikan permainan. Warga yang melihat juga pada tersenyum,” ujar Slamet.
Warga lainnya, Risky (30), juga mengatakan hal yang sama terkait aksi sejumlah bocil yang bikin gemas tersebut. Ia mengatakan aksi itu sebaiknya tetap mendapat pengawasan orang dewasa.
Baca juga: Jalan Ternate Jadi Jalur Alternatif Favorit Warga di Tengah Cuaca Ekstrem
“Boleh saja bermain, tetapi kalau di jalan harus hati-hati. Jangan sampai karena asyik bermain malah membahayakan diri sendiri atau pengguna jalan,” katanya.
Aksi kreatif sekumpulan anak SD tersebut menjadi hiburan tersendiri di tengah aktivitas warga. Replika keranda bekas karnaval yang semula hanya menjadi properti, kini berubah fungsi menjadi sarana bermain.
Meski demikian, unsur keselamatan tetap harus menjadi perhatian agar aksi spontan tersebut tidak menimbulkan risiko bagi anak-anak maupun pengguna jalan.
Editor : Redaksi