PEMALANG - Pemberangkatan atlet tenis meja Kabupaten Pemalang untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah menjadi sorotan. Muncul dugaan adanya permainan orang dalam dalam proses penentuan atlet yang diberangkatkan.
Namun, kabar tersebut dibantah langsung oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang.
Baca juga: Tegas! Kadis Dindikpora Pemalang Larang Sekolah Jadikan Siswa Pasar Seragam Baru
Isu yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa atlet peraih juara 1 tingkat kabupaten digantikan oleh juara 3.
“Informasi tersebut tidak benar, yang diberangkatkan ke POPDA Jateng bernama Faiq bukanlah juara 3, melainkan peraih juara 1 POPDA tingkat SD Kabupaten Pemalang tahun 2025, yang saat ini sudah naik ke jenjang SMP. Sementara itu, atlet yang tidak diberangkatkan yaitu Fiqi Qubaela merupakan peraih juara 1 POPDA tingkat SMP tahun 2025,” jelas Kabidpora Atik Pranoto.
Keputusan untuk mengirimkan Faiq sebagai perwakilan Kabupaten Pemalang diambil setelah melalui hasil evaluasi mendalam oleh tim panitia pelaksana. Dindikpora juga menekankan bahwa, merujuk pada petunjuk teknis resmi POPDA, predikat juara pertama di tingkat kabupaten tidak secara otomatis menjamin keberangkatan mutlak seorang atlet untuk mewakili daerah di tingkat provinsi.
Baca juga: Pastikan Ketersediaan Stok Darah Nasional, Dindikpora Pemalang Gelar Aksi Donor Darah
Polemik ini sebelumnya sempat memicu kegaduhan dan kritik tajam dari netizen di media sosial. Hal itu terjadi akibat kurangnya komunikasi awal serta transparansi informasi mengenai alasan pemilihan atlet yang akan dikirim mewakili Kabupaten Pemalang.
Dindikpora berharap dengan adanya klarifikasi ini tidak ada lagi kesalahpahaman di masyarakat terkait proses pemberangkatan atlet dan dapat mendukung bersama prestasi olahraga Kabupaten Pemalang di tingkat provinsi.
Sorotan terhadap kontingen tenis meja Pemalang mencuat setelah beredar pertanyaan di kalangan masyarakat maupun pemerhati olahraga terkait proses seleksi dan penentuan atlet yang berhak mewakili daerah dalam ajang POPDA Jawa Tengah.
Baca juga: Kadis Dindikpora Pemalang: Stop Study Tour, Cuaca Ekstrem Berbahaya untuk Perjalanan
Isu tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan adanya campur tangan pihak tertentu atau yang kerap disebut sebagai orang dalam dalam proses pemberangkatan atlet.
Namun demikian, tudingan tersebut tidak serta-merta dapat dianggap sebagai fakta. Diperlukan penjelasan dan data yang jelas mengenai mekanisme seleksi, dasar penetapan atlet, hingga proses administrasi pemberangkatan kontingen.
Editor : Redaksi