Reses di Ngagel, Cahyo Siswo Utomo Soroti SHS dan Akses Sertifikasi Kerja ‎

Reporter : Aldi Fakhrudin
Reses Cahyo Siswo Utomo

‎SURABAYA - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo melaksanakan kegiatan reses bersama para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna (Kartar).

‎Kegiatan tersebut, berlangsung di Jalan Mustika Baru, RT 10 RW 01, Kelurahan Ngagel, dengan dihadiri oleh ratusan karangtaruna dari lima kelurahan mulai dari kelurahan Ngagel, Wonokromo, Darmo, Sawunggaling dan Jagir.

Baca juga: Terima Aspirasi Warga Lontar, Cak Yebe Minta Usulan Musrenbang Dikawal Bersama Anggota Dewan ‎

‎Berbagai persoalan anak muda mencuat dalam forum tersebut, mulai dari rumitnya penyesuaian Standar Harga Satuan (SHS) hingga sulitnya memperoleh sertifikasi ketenagakerjaan.

‎Ketua Karang Taruna RW 10 Kelurahan Jagir, Robi Sigit Permana, mengeluhkan ketatnya kualifikasi SHS saat mengajukan pencairan bantuan dana Gen Z sebesar Rp5 juta per RW. 

‎Menurutnya, proses penyusunan Rancangan Anggaran Bantuan (RAB) kerap terhambat karena patokan harga SHS yang kurang fleksibel.

‎Robi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencantumkan rekomendasi toko yang sesuai dengan patokan harga SHS agar memudahkan pemuda dalam berbelanja kebutuhan kegiatan.

Baca juga: Serap Aspirasi Warga Aning Rahmawati Soroti Masalah Kerja, Kesehatan, dan Infrastruktur

‎"Kalau memang berpatokan dengan harga SHS, seharusnya dicantumkan juga tokonya. Jadi kami tidak hanya berpatokan pada harga, tetapi juga tahu tokonya di mana," keluhnya, pada Rabu (7/10) malam.

‎Ia mengaku hampir putus asa saat mengurus bantuan tersebut. Untuk itu Robi mendesak Pemkot Surabaya mengevaluasi syarat pengajuan dana bantuan. "Tolong dievaluasi lagi agar Karang Taruna yang ingin mengajukan tidak dipersulit," tegasnya.

‎Menanggapi hal tersebut, Cahyo Siswo Utomo mengatakan akan menindaklanjuti keluhan ini bersama pihak kelurahan dan kecamatan se-Kota Surabaya.

Baca juga: Budi Leksono Serap Aspirasi PKL Indrapura, Dorong Penataan Tanpa Penggusuran

‎"Nanti kami klarifikasi dan cek bersama lurah serta camat di seluruh Surabaya, apakah pendampingan kepada teman-teman Karang Taruna dalam penerapan SHS ini sudah berjalan atau belum," sebutnya politisi muda asal PKS itu.

‎Tak hanya soal SHS, Cahyo juga menampung keluhan terkait sulitnya mengakses sertifikasi ketenagakerjaan bagi pemuda. "Terkait sertifikasi, kami harus klarifikasi dulu ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja mengenai mekanismenya," Pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru