Gelar Sambung Roso, Wakil Ketua Komisi B Terima Aduan UMKM Bulak

Anas Karno saat bertemu UMKM Kecamatan Bulak
Anas Karno saat bertemu UMKM Kecamatan Bulak

SURABAYA,Tikta.id - Menggelar Sambung Roso di Kenpark Surabaya, Wakil Ketua Komisi B Anas Karno disambati beberapa persoalan oleh pelaku UMKM Kecamatan Bulak. 

Yesi koordinator UMKM Bulak mengatakan, banyak persoalan yang dialami pelaku UMKM Bulak yang berjualan di sepanjang Jembatan Suroboyo. Salah satunya meja lapak yang disediakan oleh pihak kelurahan terlalu tipis, tidak kokoh. 

Baca Juga: Forum Pembauran Kebangsaan: Rumah Bersama untuk Keberagaman dan Penguatan UMKM

Sehingga tambahnya barang dagangan UMKM rawan jatuh. Di samping itu, penerangan juga tidak maksimal. Karena PJU Jembatan Suroboyo banyak tertutup ranting pohon.

"Hal ini membuat warga khususnya yang membawa anak kecil enggan berkunjung. Mereka lebih memilih berkunjung ke Taman Suroboyo dan SIB (Sentra Ikan Bulak), yang lokasinya tidak jauh dari Jembatan Suroboyo," katanya.

Yesi menambahkan yang lebih meresahkan lagi, yaitu keberadaan PKL yang melanggar jadwal jualan lapak UMKM binaan kelurahan dan kecamatan.

"Jadwal lapak UMKM itu khusus pada Sabtu jam 3 sore sampai jam 9 malam. Kemudian Minggu jam 6 pagi sampai jam 9 pagi. Jadi PKL tidak bisa masuk. Kalau hari biasa PKL yang berjualan," jelasnya.

Baca Juga: Budi Leksono: Kalendar Event 2025 Dorong Perekonomian Surabaya, UMKM Harus Diprioritaskan

Menurut Yesi kondisi sekarang berbeda dan semrawut, karena PKL juga ikut berjualan bersamaan dengan UMKM binaan.

"Jadi tidak ada koordinasi dengan UMKM, sehingga sekarang semrawut tidak seperti dulu. Kalau dulu ada monitoring dari Satpol PP, kelurahan dan kecamatan, PKL tidak boleh masuk. Tapi sekarang tidak ada," jelasnya.

Kondisi ini membuat omset 20 lapak UMKM binaan, merosot tajam. Bahkan tidak jarang, tanpa omset.

Baca Juga: Pasar Rame 2025: PC NU Surabaya Dorong UMKM dan Hidupkan Semarak Ramadan

Selain itu menurut Yesi, tempat parkir kendaraan yang terlalu jauh, juga menjadi persoalan UMKM untuk mendapatkan omset. Kondisi ini berbeda dengan SIB di Taman Suroboyo.

"Jadi pulang tidak bawa uang, saking banyaknya PKL yang ikut berjualan," keluh Yesi.

Editor : Redaksi