SURABAYA - Usai pelantikan anggota DPRD Surabaya periode 2024-2029, sejumlah partai politik mulai melakukan komunikasi untuk membentuk fraksi gabungan.
Parpol tersebut, Partai Demokrat, Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Baca Juga: Diskon Parkir Rp733 HJKS Surabaya Dinilai Jadi Kado Istimewa untuk Warga
Sekretaris DPC Partai Demokrat Surabaya, Junaidi mengakui melakukan komunikasi politik dengan ketiga parpol tersebut. Namun masih menunggu satu parpol karena belum fix.
"Komunikasi politik ini sudah kita lakukan kepada PPP, NasDem dan PAN. Mudah-mudahan 3 partai ini bisa satu fraksi dalam pembentukan kerjasama di parlemen, yang satu partai kami komunikasikan masih menunggu jadwal," kata Junaidi, beberapa waktu lalu.
Legislator PAN, Zuhrotul Mar'ah belum berani buka-bukaan PAN akan bergabung dengan partai apa untuk membentuk fraksi gabungan. Kendati begitu, dia mengakui dinamika politik bisa berubah arah.
"Saya masih belum bisa memberikan informasi, awal kita memang komunikasi dengan PPP. Mohon doanya saja semoga segera bisa membentuk fraksi kita arahnya ke mana, sehingga nanti dalam bentuk koordinasi untuk pembentukan fraksi juga bisa segera terlaksana," kata Zuhrotul.
Baca Juga: Nilai Utang Naik Jadi Rp4,5 Miliar, Kuasa Hukum Dokter Mengadu ke Komisi B DPRD Surabaya
Plt PPP Surabaya, Muhaimin mengatakan, PPP Surabaya sudah melakuka komunikasi dengan NasDem, PAN, PKB dan Demokrat.
Ia menegaskan, PPP akan bergabung dengan fraksi gabungan yang bisa sinergi dengan partai berlambang Ka'bah itu.
"Kami tidak menutup diri, memahami dan menyadari harus mencari partai politik yang sinergi dengan PPP," ujarnya.
Baca Juga: Pengungkapan Joki UTBK di Surabaya Diapresiasi, DPRD Minta Jalur Blangko e-KTP Diusut
Sebagai informasi: Pada Pemilu 2024, Partai Demokrat, PPP dan PAN mendapatkan tiga kursi di DPRD Surabaya, sedangkan NasDem cuma dua kursi.
Bila empat parpol ini bergabung dalam satu fraksi. Maka fraksi gabungan ini jumlahnya menjadi 11 kursi, menyamai jumlah kursi Fraksi PDI Perjuangan.
Editor : Redaksi