MADIUN – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji melakukan kunjungan kerja ke Kota dan Kabupaten Madiun. Ia meninjau program pemenuhan gizi serta pelayanan Keluarga Berencana (KB) di pasar tradisional sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam pencegahan stunting dan pengendalian kependudukan, beberapa waktu lalu.
Kunjungan dimulai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Madiun, di mana Wihaji memastikan distribusi Paket Makan Bergizi (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berjalan sesuai sasaran. Paket tersebut diserahkan langsung ke rumah-rumah di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, dengan sepeda motor bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Baca Juga: BKKBN Jatim Gelar Apel ASN Peduli dan Berbagi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
"Kita ingin memastikan ibu dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak dini sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting," ujar Wihaji
Setelah itu, ia melanjutkan ke Pasar Sukolilo, Madiun, dalam program Gerebek Pasar, yang bertujuan mendekatkan pelayanan KB kepada masyarakat. Program ini menyasar 1.016 pasar tradisional di seluruh Indonesia, agar masyarakat bisa mendapatkan layanan kontrasepsi dengan lebih mudah.
“Tak perlu repot datang ke fasilitas kesehatan. Di pasar pun sekarang bisa mendapatkan layanan kontrasepsi gratis,” jelasnya.
Baca Juga: BKKBN Jatim Gelar Apel ASN Peduli dan Berbagi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Ia menegaskan bahwa berbagai metode kontrasepsi seperti suntik, IUD, dan implan tersedia secara gratis, sesuai amanah Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang pengendalian kependudukan.
Selain itu, Wihaji juga menghadiri Pembukaan Pelayanan KBKR Serentak Seluruh Indonesia serta berdialog dengan pimpinan daerah, dinas terkait, dan PT INKA yang terlibat dalam program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Kunjungan ditutup dengan peninjauan layanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Jiwan, Madiun, di mana ia berdialog dengan tenaga kesehatan dan akseptor KB.
Baca Juga: BKKBN Jatim Gelar Layanan Komprehensif dan Jaring Aspirasi Masyarakat di Mojokerto
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati, menyatakan kunjungan ini menjadi dorongan bagi Jatim dalam menjalankan program pembangunan keluarga.
"Pak Menteri meninjau langsung pemenuhan gizi, pelayanan KB, dan pemberdayaan lansia. Harapan kami, ini mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun keluarga berkualitas. Bangsa yang besar dimulai dari keluarga yang sehat dan sejahtera," ujarnya.
Editor : Redaksi