JAKARTA – Film independen Amerika berjudul The Sweet East disutradarai Sean Price Williams, film ini menampilkan kisah perjalanan absurd seorang remaja bernama Lillian yang diperankan Talia Ryder.
Lillian, siswi SMA dari South Carolina, awalnya hanya mengikuti tur sekolah ke Washington.
Baca Juga: The Marksman: Perjalanan Seorang Veteran Melindungi Bocah dari Kejaran Kartel
Namun, ia terpisah dari rombongan dan akhirnya menempuh perjalanan panjang penuh pertemuan ganjil. Mulai dari aktivis politik, seniman nyentrik, hingga tokoh-tokoh yang mewakili wajah Amerika modern yang penuh polarisasi.
Dengan gaya visual khas film indie, The Sweet East menyajikan satir politik, sosial, hingga budaya pop.
Baca Juga: Edge of Darkness: Ketika Kematian Anak Membuka Konspirasi Besar
Penonton diajak melihat Amerika dari perspektif generasi muda yang gelisah, terjebak di tengah kebisingan ideologi dan absurditas media.
Film ini juga menawarkan refleksi tajam tentang pencarian jati diri di tengah dunia yang penuh keganjilan.
Baca Juga: Medusa (2021): Ketika Kesalehan Menjadi Wajah Baru Kekerasan
Bukan hanya drama remaja, The Sweet East justru tampil sebagai potret satir Amerika kontemporer yang getir sekaligus menghibur.
Editor : Redaksi