SURABAYA – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengingatkan masyarakat Kota Pahlawan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Ia juga menekankan pentingnya peran Satgas Kampung Pancasila dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama libur akhir tahun.
Baca Juga: Becak Listrik Presiden Prabowo Disambut Positif DPRD Surabaya
“Penguatan masyarakat perlu dilakukan melalui pilar Satgas Kampung Pancasila, khususnya Satgas Keamanan dan Lingkungan, karena libur Nataru berpotensi menghadirkan gangguan keamanan sekaligus dampak anomali cuaca yang dapat memicu hujan deras hingga banjir,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe ini, Sabtu (6/12).
Menurutnya, peningkatan mobilitas warga selama Nataru harus diimbangi dengan kesadaran terhadap risiko bencana.
“Masyarakat perlu memahami bahwa kondisi cuaca saat ini tidak normal, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” tegas Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya tersebut.
Cak Yebe juga mengimbau warga agar tidak memaksakan diri bepergian ke wilayah berisiko tinggi hanya demi merayakan pergantian tahun. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, lanjutnya, bukan hanya tugas pemerintah tetapi memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Soliditas kampung dinilai mampu mempercepat respons saat terjadi situasi darurat.
Baca Juga: Sejak 2018 Tak Tuntas, Kasus Dugaan Mafia Tanah Lansia Mengadu ke DPRD Surabaya
“Kekuatan Surabaya ada pada kampung-kampungnya. Ketika hujan deras atau potensi banjir muncul, warga bisa saling menjaga, mengingatkan, dan bergerak cepat sebelum kondisi memburuk,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya potensi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang, gangguan listrik, hingga terganggunya akses jalan dan layanan publik. Karena itu, langkah antisipasi harus disiapkan sejak awal.
Selain itu, Cak Yebe mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki fungsi kebencanaan dan pengamanan untuk siaga penuh, termasuk BPBD, Satpol PP, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Baca Juga: Evaluasi DTSEN, DPRD Surabaya Soroti 239 Ribu KK Tak Ditemukan
“Kami mendorong Pemkot Surabaya untuk memperkuat koordinasi lintas OPD agar penanganan darurat selama Nataru dapat berlangsung cepat dan efektif,” kata Cak Yebe.
Ia juga berharap Satgas Kampung Pancasila di tingkat RW aktif melakukan pemantauan dan deteksi dini. Respons cepat dan komunikasi yang baik dinilai dapat meminimalkan dampak ketika kondisi darurat muncul.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan peningkatan potensi cuaca ekstrem menjelang Nataru akibat dinamika atmosfer. Aktivitas Monsoon Asia yang diperkuat anomali Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator berpotensi memicu hujan ekstrem, angin kencang, petir, banjir, tanah longsor, hingga gangguan aktivitas transportasi.
Editor : Redaksi