SURABAYA - Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mengapresiasi langkah Wali Kota untuk mengevaluasi tiga kecamatan, yang dinilai belum optimal dalam menangani persoalan di lapangan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari kewenangan kepala daerah untuk memastikan seluruh jajaran pemerintahan bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat.
Baca Juga: Cak Yebe Soroti Pemadaman Bergilir, Minta PLN Prioritaskan Layanan Publik dan Lampu Lalu Lintas
"Terkait warning dari Pak Wali Kota, saya tidak perlu menyebutkan kecamatan mana. Yang jelas harus segera melakukan perbaikan, karena tentu ada konsekuensi apabila tidak ada perubahan," ujar Cak Yebe sapaan akrabnya, pada Senin (29/6).
Cak Yebe menilai, peringatan yang diberikan Wali Kota masih berada dalam koridor tugas dan kewenangannya sebagai pemimpin daerah.
"Ini masih dalam batas tupoksi Pak Wali Kota. Beliau memiliki kewenangan menyusun tim terbaik. Setiap pejabat publik harus memiliki sensitivitas, kepekaan, dan ketanggapan terhadap setiap persoalan yang terjadi di wilayahnya," katanya.
Ia menegaskan, menjadi pejabat publik berarti harus siap memikirkan kepentingan masyarakat selama 24 jam. Karena itu, berbagai keluhan warga seharusnya dapat diselesaikan di tingkat bawah tanpa harus menunggu intervensi langsung dari Wali Kota.
"Kalau ada persoalan seperti tata kelola parkir, pengelolaan sampah, maupun layanan administrasi kependudukan yang masuk ke hotline Pak Wali Kota, seharusnya pejabat yang ada di kelurahan maupun kecamatan harus sigap gitu. Jangan sampai kemudian masalah ini menjadi sebuah temuan oleh Wali Kota," tegasnya.
Menurut Legislator asal Partai Gerindra itu, setiap persoalan masyarakat harus segera ditangani oleh perangkat daerah agar tidak terus mengerucut ke pimpinan.
"Baik lurah, camat maupun kepala OPD terkait dengan permasalahan-permasalahan yang dimunculkan dari masyarakat. Agar masalah ini tidak kemudian mengerucut ke atas yang akhirnya membuat Pak Wali Kota sendiri kerepotan untuk turun," ucapnya.
Ia pun mendukung langkah Wali Kota apabila diperlukan penataan ulang jajaran pemerintahan demi membentuk tim yang solid.
Baca Juga: Kawal Sensus Ekonomi 2026, Anas Karno Minta Aparatur Pemkot Surabaya Pastikan Data Valid
"Saya sepakat apabila Wali Kota mengambil langkah membenahi dan menata ulang timnya menjadi the winning team, agar Surabaya benar-benar siap menjalankan program pemerintah, mulai dari Indonesia Asri hingga implementasinya melalui Surabaya Asri," katanya.
Cak Yebe pun mengajak, seluruh unsur pemerintahan, mulai dari RT, RW, lurah, camat hingga kepala OPD, untuk mengerahkan seluruh sumber daya dalam menjaga ketertiban kota serta menyukseskan program-program Pemerintah Kota Surabaya.
"Jangan sampai persoalan warga dibiarkan berlarut-larut tanpa respons cepat. Kami sebagai warga Kota Surabaya mendukung setiap program Wali Kota sepanjang benar-benar memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," paparnya.
Selain mengapresiasi evaluasi tersebut, Cak Yebe juga menyoroti pentingnya rotasi pejabat, berdasarkan kebutuhan organisasi, bukan semata-mata berdasarkan jangka waktu tertentu.
"Rotasi tidak harus menunggu beberapa bulan sekali. Ketika seorang pemimpin melihat ada yang tidak berjalan atau ada kinerja yang kurang maksimal di dinas maupun wilayah tertentu, maka rotasi bisa dilakukan sesuai urgensinya," jelasnya.
Baca Juga: Komisi A Kawal Solusi Sengketa Lahan Gereja Bethany dan Warga RW 5 Menur Pumpungan
Ia menambahkan, apabila pejabat yang telah diberikan peringatan tidak segera melakukan perbaikan, maka pimpinan tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengambil keputusan.
"Kalau sudah diberikan peringatan oleh Wali Kota tetapi tidak segera disikapi, tentu pemimpin tidak bisa menunggu. Masyarakat Surabaya juga tidak bisa menunggu. Yang dibutuhkan warga adalah gerakan cepat, tindakan nyata, bukan sekadar retorika," tegasnya.
Menurutnya, para pejabat publik seharusnya lebih mengutamakan aksi nyata dibanding hanya menyampaikan banyak gagasan.
"Tidak usah terlalu banyak ide atau wacana. Yang dibutuhkan masyarakat adalah segera bertindak. Banyak program yang sudah dijalankan, tetapi kalau perangkat di bawah tidak mampu mendukung dengan baik, maka rotasi sebaiknya dilakukan secepat mungkin. As soon as possible, lebih cepat lebih baik," pungkasnya.
Editor : Redaksi