MAJALENGKA – Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan KH Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional.
Dukungan tersebut disampaikan Eman saat menghadiri Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH Abbas Abdul Jamil di Aula MA Unggulan Amanatul Ummah 02 Leuwimunding, Minggu (9/8).
Baca Juga: 145 Pejabat Dilantik, Bupati Eman Pastikan Rotasi-Mutasi ASN Majalengka Berbasis Sistem Merit
Seminar tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan ulama se-wilayah 3 Cirebon. Hadir pula Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), Prof Dr Usep Abdul Matin, serta Ketua Umum Pergunu Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Majalengka, saya menyatakan dukungan dan komitmen penuh terhadap upaya pengusulan KH Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional. Perjuangan ini adalah perjuangan Jawa Barat, dan menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Eman.
Menurut Eman, perjuangan mengusulkan KH Abbas sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya untuk mengenang masa lalu. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meneguhkan kembali jati diri bangsa.
KH Abbas Abdul Jamil dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon yang berada di garis depan dalam memimpin laskar santri Jawa Barat setelah seruan Resolusi Jihad.
Ia juga memiliki peran dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, khususnya dalam rangkaian Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.
Selain kiprahnya dalam perjuangan bersenjata, KH Abbas dikenal sebagai salah satu pelopor pembaruan pendidikan pesantren dengan memasukkan ilmu pengetahuan umum sejak dekade 1920-an.
Baca Juga: Pemkab Majalengka Perkuat Transparansi Rotasi dan Promosi ASN Lewat Manajemen Talenta
Eman menilai forum akademik seperti seminar dan bedah buku penting untuk memperkuat argumentasi ilmiah sekaligus memperluas pengetahuan masyarakat mengenai rekam jejak KH Abbas.
“Buku yang kita bedah hari ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan ikhtiar peradaban untuk menempatkan seorang pahlawan pada tempat yang selayaknya,” tegasnya.
Sementara itu, KH Asep Saifuddin Chalim mengatakan perjuangan mengusulkan KH Abbas sebagai Pahlawan Nasional bukan bertujuan memberikan penghargaan kepada sosok yang sejak awal berjuang demi kemerdekaan.
Menurutnya, KH Abbas dan ayahnya, KH Abdul Chalim, merupakan sahabat seperjuangan yang berjuang tanpa mengharapkan gelar maupun penghargaan.
Baca Juga: Majalengka Catat Rekor Baru Program Rutilahu, Sebanyak 4.500 Rumah Dibangun
“KH Abbas dan KH Abdul Chalim adalah sahabat seperjuangan yang tidak mencari gelar. Keduanya berjuang untuk kemerdekaan, bukan untuk dikenang. Tapi sebagai generasi penerus, kita wajib menghormati jasa beliau,” kata Kiai Asep.
Ia mengatakan penelitian terhadap KH Abbas kemudian diperkuat dengan menghimpun para akademisi dan sarjana untuk menelusuri berbagai sumber sejarah, terutama sumber primer.
“Insya Allah, dengan lebih dari 67 sumber primer yang telah kami kumpulkan, tahun ini KH Abbas layak dan harus diakui sebagai Pahlawan Nasional,” ujarnya.
Menurut Asep, pengakuan tersebut bukan hanya menjadi penghormatan bagi KH Abbas, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Cirebon, Majalengka dan Jawa Barat.
Editor : Redaksi