Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Mandek, DPRD Minta Kepastian Lelang

Yuga Pratisabda Widyawasta
Yuga Pratisabda Widyawasta

‎SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyoroti revitalisasi Pasar Keputran Selatan, yang hingga kini tak kunjung rampung akibat perencanaan yang dinilai belum matang.

‎Sorotan tersebut disampaikan setelah audiensi Komisi B DPRD Surabaya dengan paguyuban pedagang Pasar Keputran Selatan pada Selasa, 20 Januari 2026.

Baca Juga: ‎DPRD Surabaya Minta Publik Tak Salah Kaprah Soal Sengketa Lahan dan Program MBG

‎Yuga, sapaan akrabnya, menilai bahwa para pedagang saat ini, membutuhkan kejelasan agar dapat menjalankan usahanya dengan tenang.

‎"Jadi hasil rapat dengar pendapat bersama paguyuban pedagang dan teman-teman dari pasar Keputran selatan. Yang dituntut mereka ini sebetulnya adalah kepastian dalam usaha mereka," ujarnya Selasa (27/1).

‎Ditengah ketidakpastian dalam proses pembangunan tersebut, Yuga mengatakan bahwa saat ini para pedagang masih ditempatkan di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Kondisi tersebut diperparah dengan adanya perubahan rencana yang dinilai tidak konsisten.

‎"Nah, saya lihat di sini memang ada inkonsistensi perencanaan ada perubahan. Nah, dengan perubahan itu berarti memang tidak ada inkonsisten perencanaan dari awal," paparnya politisi asal PSI itu.

‎Selain itu, Yuga juga menekankan pentingnya kepastian jadwal lelang proyek revitalisasi Pasar Keputran Selatan. Menurutnya, kejelasan tahapan lelang sangat penting untuk memberikan kepastian kepada para pedagang.

‎"Kami kemarin meminta kepada PD Pasar untuk segera kapan nih tanggal pastinya untuk pihak penguat lelangnya itu," tegasnya.

‎Tak hanya persoalan revitalisasi, Yuga juga menyoroti maraknya aktivitas pasar tumpah dan pasar liar di sekitar kawasan Keputran yang dinilai semakin menekan pedagang resmi yang telah direlokasi.

Baca Juga: Komisi B DPRD Surabaya Gelar Pembahasan Perdana Raperda Air Limbah Domestik ‎

‎Menurutnya, pedagang yang telah mematuhi kebijakan relokasi justru tidak mendapatkan perlindungan yang memadai, sementara aktivitas pasar tumpah menyebabkan penurunan omzet dan kemacetan di sejumlah ruas jalan, salah satunya di Jalan Sulawesi pada dini hari.

‎Sebagai langkah konkret, Yuga mendorong PD Pasar Surya untuk menyusun grand design dan masterplan revitalisasi pasar yang jelas, matang, serta konsisten.

‎"PD Pasar harus membuat masterplan yang jelas grand design yang jelas, blueprint yang jelas terkait perencanaan, revitalisasi, dan jangan gampang berubah-rubah," katanya.

‎Ia menegaskan, setelah perencanaan tersebut disusun dan dinyatakan siap, proses pembangunan harus segera dilanjutkan sesuai dengan desain serta tahapan lelang yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Komisi B DPRD Surabaya Gelar Pembahasan Perdana Raperda Air Limbah Domestik ‎

‎"Kalau memang itu sudah oke, perencanaannya segera difinalisasi. Jangan berubah di tengah jalan ataupun sampai seperti ini," ungkapnya.

‎Dengan demikian, Yuga berharap PD Pasar Surya dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan revitalisasi Pasar Keputran Selatan agar memberikan kepastian dan perlindungan bagi para pedagang.

‎"Jadi saya harap teman-teman dari PD Pasar bisa mengevaluasi termasuk kinerja dari perencanaan ini seperti apa agar menjadi baik untuk teman-teman pedagang Pasar Keputran Selatan," pungkasnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pasar Surya (Perseroda) belum memberikan konfirmasi terkait jadwal pembangunan Pasar Keputran Selatan.

Editor : Redaksi