MAJALENGKA – Ambruknya atap SDN 3 Mirat, Kecamatan Leuwimunding, menjadi sorotan serius Pemerintah Kabupaten Majalengka. Bupati Majalengka, Eman Suherman, menemukan sejumlah catatan teknis yang diduga menjadi penyebab kerusakan bangunan tersebut.
Meski hujan deras disebut sebagai pemicu, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan adanya kelemahan pada struktur konstruksi. Salah satunya penggunaan baja ringan dengan ketebalan sekitar 0,75 mm yang dinilai tidak memenuhi standar kekuatan.
Baca Juga: Bupati Eman Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Profesionalisme dan Percepatan Pelayanan
Selain itu, jarak antar kuda-kuda atap yang melebihi 1 meter juga menjadi perhatian. Idealnya, jarak tersebut maksimal 80 cm agar struktur lebih kokoh.
Temuan lain yang turut disorot adalah usia bangunan yang relatif masih baru, yakni dibangun pada 2021. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait kualitas pelaksanaan proyek.
Baca Juga: Pemkab Majalengka Tanggung Biaya Pengobatan Korban Lemparan Batu Saat Nobar Persib vs Persija
“Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kualitas pembangunan, terutama untuk fasilitas pendidikan, tidak boleh diabaikan,” tegas Bupati, Sabtu (2/5).
Pemkab Majalengka pun berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah lainnya guna mencegah kejadian serupa terulang.
Baca Juga: Bupati Majalengka Serahkan 69 Unit Alsintan, Perkuat Ketahanan Pangan dan Percepat MT II
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf menambahkan bahwa pihaknya akan memperkuat monitoring dan evaluasi sarana prasarana pendidikan di seluruh wilayah.
“Ke depan, kami akan lebih intens melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sarana prasarana pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Editor : Redaksi