PEMALANG – Seorang anak perempuan tewas akibat tenggelam saat mengikuti kursus renang di kolam renang yang berlokasi di Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Minggu (3/5).
Kapolsek Randudongkal, AKP Sudaryo, mengatakan bahwa piket SPKT Polsek Randudongkal segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 09.45 WIB.
Baca Juga: Potensi Mata Air Melimpah, Warga Desa Banyumudal Masih Andalkan Layanan PDAM untuk Air Bersih
“Korban berusia 7 tahun, warga Desa Kreyo, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang,” kata Kapolsek Randudongkal, Senin (4/5).
Sesampainya di TKP, Kapolsek menyebutkan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi.
"Kejadian bermula saat korban mengikuti kursus renang untuk pertama kalinya di salah satu klub renang di Desa Lodaya, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB," ujar AKP Sudaryo.
Kapolsek menjelaskan, keberadaan korban baru diketahui saat kaki seorang pelatih menyenggol tubuh korban di dasar kolam.
"Saat pelatih sedang melatih peserta lain, kakinya menyenggol sesuatu di dasar kolam. Setelah diperiksa, ternyata itu adalah tubuh korban yang tenggelam," lanjutnya.
Baca Juga: Target Rp20 Miliar, 105 Vendor Ramaikan Pemalang Wedding Fair 2026
Mendapati hal tersebut, pelatih langsung mengangkat korban dan memberikan pertolongan pertama.
Namun, karena tidak ada respons, orang tua korban segera membawanya ke rumah sakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak sadar dan sudah tidak bernapas.
Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Baca Juga: Satukan Energi Ratusan Buruh Pemalang, Pastikan Setiap Tetes Keringat Adalah Kesejahteraan
“Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena tenggelam dan paru-parunya kemasukan air,” jelas Kapolsek.
Saat ini, Polsek Randudongkal telah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di area kolam renang tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut," pungkas AKP Sudaryo.
Editor : Redaksi