MAJALENGKA — Pemerintah Kabupaten Majalengka bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur jalan.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah pada tahun anggaran 2026, Bupati Majalengka Eman Suherman melakukan langkah proaktif dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk mengamankan bantuan dana lebih dari Rp100 miliar.
Baca Juga: 779 Warga Majalengka Mundur dari Penerima Bansos, Pemkab Fokus Perbaiki Data Kemiskinan
Langkah strategis ini diambil untuk menutup defisit anggaran infrastruktur murni daerah yang saat ini hanya menyisakan Rp74 miliar.
Bupati Eman menegaskan, aspirasi dan sorotan publik terhadap jalan rusak hal yang wajar dan menjadi prioritas kerjanya bersama Wakil Bupati.
"Wajar kalau rakyat melihat sesuatu yang menurut pikiran dan hatinya janggal, terutama melihat jalan yang harusnya bagus tetapi jelek, lalu meminta kepada kita. Kami merespons itu dan akan kami buktikan dengan program di tahun 2026," ujar Bupati didampingi Sekdis PUTR di Pendopo Gedung Negara, Rabu (17/6).
Komunikasi intensif yang dibangun Pemkab Majalengka membuahkan hasil signifikan.
Bantuan dari Pemprov Jabar berhasil dihimpun untuk perbaikan jembatan senilai Rp41 miliar, termasuk jalur Bantarujeg,Talaga, Malausma.
Baca Juga: Bukan Hanya Piagam, Bupati Majalengka Sebut Pramuka Garuda Jadi Modal Cetak Pemimpin Masa Depan
Selain itu, dialokasikan pula Rp12 miliar untuk jalur Jatiwangi, Tonjong, serta Rp10 miliar untuk pembukaan akses jalan Jatilima.
Sinergi dengan Kementerian PUPR juga mengalirkan dana Rp21 miliar untuk jalur Bongas, Bantarwaru yang kini sedang dalam proses, serta Rp14 miliar untuk perbaikan jalur Besi dan Beber yang telah rampung.
Pembangunan diperkuat dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp13 miliar untuk jalur Payung dan Sadarehe.
Baca Juga: Pramuka Garuda Jadi Jalur Prestasi SPMB 2026, 38 Siswa Majalengka Lolos ke Sekolah Maung
Saat ini, Pemkab Majalengka tengah mengeksekusi secara bertahap 248 titik kegiatan infrastruktur jalan dan jembatan yang didanai melalui Dana Alokasi Umum (DAU).
Dari jumlah tersebut, sekitar 100 paket pekerjaan sudah mulai berjalan di lapangan.
Melalui kombinasi anggaran ini, Pemkab Majalengka optimistis tingkat penyelesaian perbaikan infrastruktur jalan di seluruh wilayah dapat mencapai target 92,5% pada akhir tahun anggaran 2026.
Editor : Redaksi