PEMALANG - Wong Kaso atau suku Kaso yang bermukim di Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, dikenal oleh masyarakat sebagai pribadi yang bicara apa adanya. Mereka dekat dengan alam dan kuat dalam memegang tradisi budayanya.
Bahkan, ada juga sebagian masyarakat menganggap jika orang Kaso ini sebagai suku Samin-nya di Kabupaten Pemalang.
Baca juga: Satu Korban Longsor di Bongas Pemalang Ditemukan Tewas, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian
Meski saat ini kemajuan zaman yang modern dengan deras mendera, masyarakat Kaso, tetap menjaga budaya tradisional warisan leluhurnya.
Salah satu budaya tradisional yang masih di pertahankan oleh suku Kaso adalah kesenian Brendung, yang di pertunjukan saat karnaval atau kirab Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451.
Prakoso (45) salah seorang perangkat desa sekaligus sebagai ketua paguyuban seni brendung Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal mengatakan, brendung sebagai sarana warga untuk menolak bencana di kampung mereka
Baca juga: Satu Korban Longsor di Bongas Pemalang Ditemukan Tewas, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian
"Kesenian brendung ini biasanya diadakan sebagai sarana penolak bencana atau mendatangkan hujan," ujar Prakoso, Senin (26/1 ).
Dijelaskan oleh Prakoso, bahwa kesenian brendung sendiri merupakan kesenian dalam bentuk boneka yang terbuat dari tempurung kelapa untuk bagian kepala boneka, sedangkan tubuh' boneka terbuat dari bambu,
"Boneka di rias sedemikian rupa termasuk di kasih baju sehingga menyerupai wanita cantik lalu di tancapkan pada alas tampah atau penampi. Menurut si pembuat brendung, Boneka cantik tersebut di ibaratkan bidadari atau menurut istilah setempat disebut dengan Brendung," jelasnya.
Baca juga: Karutan Pemalang Hadiri Upacara Hari Jadi dan Peresmian Citywalk
Dalam permainan brendung 4 atau 6 wanita di perbantukan sebagai pelantun (penyanyi ) sedangkan untuk yang memimpinnya di sebut sebagai Mlandang.
Tugas Mlandang memainkan boneka bidadari (brendung) sekaligus sebagai pemeran utama dalam pementasan lakon brendung tersebut. Sedangkan ada 4 orang lagi yang tugasnya memegang tali dari 4 sisi supaya boneka bidadari atau brendung tidak lepas.
Editor : Redaksi