MALANG — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menghadiri kegiatan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan satu abad berdirinya NU dengan mengusung tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, dan Kontribusi dalam Mengemban Peradaban.”
Baca juga: Safari Keagamaan Antikorupsi, Kemenag Jatim Perkuat Integritas ASN
Mujahadah Kubro tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, para Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta pimpinan lembaga tinggi negara, di antaranya Ketua MPR RI, Panglima TNI, dan Kapolri.
Hadir pula jajaran pimpinan Nahdlatul Ulama, antara lain Rais ‘Aam Pengurus Besar NU KH. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH. Anwar Mansyur, Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz, serta Sekretaris Jenderal PBNU Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial RI.
Kegiatan ini juga dihadiri para kiai, ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin se-Jawa Timur.
Sejak pagi hari, jamaah memadati kawasan Stadion Gajayana untuk mengikuti rangkaian dzikir, tahlil, shalawat, dan doa bersama yang dipimpin para kiai dan ulama. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan mewarnai jalannya Mujahadah Kubro hingga akhir acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari terbaik MTQ Tingkat Nasional Tahun 2023, dilanjutkan laporan Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz, serta sambutan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih atas kehormatan yang diberikan untuk dapat hadir dalam Mujahadah Kubro Satu Abad NU.
Presiden mengungkapkan rasa bahagia, kedamaian, dan optimisme ketika berada di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Baca juga: Safari Keagamaan Antikorupsi, KPK Tekankan Pentingnya Sembilan Nilai Integritas ASN
Ia menegaskan bahwa satu abad perjalanan NU telah membuktikan perannya sebagai pilar penting bangsa dalam menjaga persatuan, kedamaian, dan stabilitas nasional.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan nasional.
Menurutnya, kemakmuran hanya dapat terwujud dalam suasana damai, serta bangsa yang kuat dan maju mensyaratkan para pemimpinnya untuk rukun, bersatu, dan mengabdi sepenuhnya bagi kepentingan rakyat.
Pada kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan bahwa Mujahadah Kubro Satu Abad NU menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan peradaban.
Baca juga: HAB ke-80, Akhmad Sruji Ajak Tingkatan Kinerja dan Profesionalisme Melayani Umat
“Nahdlatul Ulama telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga harmoni kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Mujahadah Kubro ini bukan hanya penguatan spiritual, tetapi juga penguatan komitmen kebangsaan untuk terus merawat persatuan dan kedamaian,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kementerian Agama senantiasa mendukung tradisi keagamaan yang menanamkan nilai moderasi beragama, cinta tanah air, serta ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.
Seluruh rangkaian Mujahadah Kubro Satu Abad NU berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar berkat sinergi panitia, relawan, serta aparat keamanan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kesejahteraan masyarakat, serta terwujudnya Indonesia yang damai, religius, dan berkeadaban.
Editor : Redaksi