PDIP Surabaya Matangkan Strategi Gaet Pemilih Muda Lewat Pendekatan Digital ‎

Rapat Konsolidasi DPC PDI-Perjuangan kota Surabaya
Rapat Konsolidasi DPC PDI-Perjuangan kota Surabaya

‎SURABAYA - DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menegaskan strategi serius menjadikan partai sebagai ruang favorit generasi muda dalam Rapat Konsolidasi PAC dan KSB Ranting wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 2 di Ballroom Kaza City Mall, Minggu (1/2).

‎Wakabid Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPC PDIP Surabaya, Khusnul Khotimah, menyampaikan bahwa anak muda saat ini tidak lagi apatis terhadap politik, namun membutuhkan pendekatan yang relevan dengan dunia mereka.

Baca Juga: Pasca Rakernas, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Perkuat Sinergi dengan DPC ‎

‎“Generasi muda sekarang dekat dengan media sosial dan program-program kreatif. Karena itu, partai harus hadir dengan pendekatan yang sesuai gaya mereka, sekaligus memberi ruang kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Khusnul.

‎Ia menjelaskan, salah satu kiat utama adalah membuka partai seluas-luasnya bagi anak muda melalui program kepemudaan, penguatan konten media sosial, serta pelibatan langsung dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Pergantian Ketua DPC PDIP Surabaya Disambut Positif, Sinergi Politik Dinilai Tetap Solid ‎

‎Sejalan dengan itu, Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Yordan M. Bataragoa menegaskan bahwa pertarungan politik ke depan akan didominasi pemilih muda sehingga partai harus tampil adaptif, terbuka, dan komunikatif di ruang digital.

‎“Dulu PDI Perjuangan adalah idola anak muda. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana menjadikan partai ini kembali digemari generasi baru yang cara berpikirnya berbeda dan sangat dekat dengan media sosial,” tegas Yordan.

Baca Juga: Lewat Senam Sicita, PAC PDI-P Genteng : Bentuk Nyata Menjaga Kepercayaan Masyarakat

‎Menurutnya, optimalisasi media sosial kader hingga tingkat ranting dan anak ranting menjadi kunci agar pesan perjuangan partai tersampaikan secara luas dan menarik bagi generasi muda.

‎“Kita punya ribuan kader, semuanya punya ponsel. Kalau semua aktif di media sosial, maka media perjuangan bisa menjadi arus utama di kalangan anak muda,” pungkasnya.

Editor : Redaksi