Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H, Kakanwil Jatim: Hilal Belum Terlihat

Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H
Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H

SIDOARJO — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar pemantauan rukyatul hilal dalam rangka penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di 28 titik yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Kamis (19/3) petang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, turut hadir memantau langsung proses rukyat di Pelabuhan Branta, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Baca Juga: Jatim Laksanakan Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di 28 Titik

Proses pengamatan berlangsung mulai pukul 17.40 WIB hingga 17.49 WIB dengan memanfaatkan teleskop sebagai alat bantu utama. Dari hasil pemantauan tersebut, posisi hilal di wilayah Jawa Timur belum memenuhi kriteria imkanur rukyat sebagaimana yang ditetapkan oleh negara anggota MABIMS.

Kakanwil menjelaskan bahwa ketinggian hilal saat pengamatan berada di kisaran 1,425 derajat, masih di bawah ambang batas minimal 3 derajat.

Sementara itu, elongasi hilal tercatat sekitar 5,30 derajat, belum mencapai ketentuan minimal 6,4 derajat.

“Dengan kondisi tersebut, hilal di Jawa Timur belum berhasil teramati,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa hasil rukyatul hilal dari berbagai titik tersebut akan disampaikan kepada Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang dilaksanakan di Jakarta.

Baca Juga: Jawa Timur Gelar Rukyatul Hilal Awal Ramadan 1447 Hijriah di 21 Titik Lokasi

Kakanwil juga mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idulfitri.

“Kami mengajak seluruh umat Islam untuk menantikan hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang lumrah dan hendaknya tidak dijadikan sebagai sumber perpecahan.

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Jatim Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang

“Perbedaan adalah keniscayaan. Justru hal tersebut harus menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga keharmonisan serta saling menghormati dalam menyambut Idulfitri.

“Mari kita sambut Idulfitri dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, serta menjaga suasana yang rukun dan damai,” pungkasnya.

Editor : Redaksi