MAJALENGKA – Harga bawang merah di tingkat petani di kawasan Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, saat ini berada di kisaran Rp22.000 per kilogram. Meski masih tergolong wajar, petani berharap harga tetap stabil terutama saat memasuki masa panen raya.
Salah satu petani, Mangku (54), menyebut harga tersebut belum sepenuhnya menguntungkan jika terjadi penurunan saat produksi melimpah.
Baca juga: Di Balik Panorama Panyaweuyan, Ada 10 Hektare Ladang Bawang Merah
“Sekarang harga sekitar Rp22 ribu per kilo. Lumayan, tapi kami berharap bisa stabil, jangan turun saat panen raya,” ujarnya, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan, pola tanam bawang merah di kawasan tersebut dilakukan dua kali dalam setahun.
Ia menyebut musim tanam pertama berlangsung pada November hingga Januari dan panen pada Februari.
Baca juga: Di Balik Panorama Panyaweuyan, Ada 10 Hektare Ladang Bawang Merah
"Sedangkan musim tanam kedua dimulai Maret hingga Mei dengan panen diperkirakan Juni," jelasnya.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka menilai harga bawang merah saat ini masih dalam kategori wajar dan relatif stabil.
Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman, mengapresiasi konsistensi petani dalam menjaga produktivitas dan kualitas hasil pertanian, meski berada di kawasan wisata.
Baca juga: Di Balik Panorama Panyaweuyan, Ada 10 Hektare Ladang Bawang Merah
Ia juga mendorong petani untuk mengatur pola tanam agar tidak terjadi panen serentak yang berpotensi menekan harga di pasaran.
"Produksi bawang merah dari panyaweuyan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pasokan bawang di wilayah Majalengka dan sekitarnya.," ujar Gatot.
Editor : Redaksi