JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan Warga Binaan melalui kegiatan skrining penyakit menular HIV, Tuberkulosis (TB), dan Hepatitis C, Senin (4/5).
Kegiatan ini menjadi langkah preventif guna meminimalisir risiko penyebaran penyakit di lingkungan pemasyarakatan.Skrining ini diikuti oleh puluhan Warga Binaan dan dilaksanakan oleh Klinik Pratama Lapas Cipinang.
Baca juga: Lapas Cipinang Tegaskan Komitmen Zero Halinar melalui Ikrar dan Deklarasi Bersama
Kegiatan ini diawali dengan peregangan otot untuk menjaga kebugaran fisik Warga Binaan, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan terkait pengobatan TB serta edukasi mengenai HIV dan Hepatitis C, sebagai upaya meningkatkan pemahaman Warga Binaan terhadap pencegahan dan penularan penyakit menular.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan sekaligus mencegah serta memutus rantai penularan penyakit menular.
“Melalui kegiatan ini, kami memastikan bahwa kegiatan ini merupakan strategi dalam memperkuat layanan kesehatan yang optimal bagi Warga Binaan. Skrining ini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan TB, HIV, dan Hepatitis C,” tegas Wachid.
Baca juga: Kalapas Cipinang Dorong Pejabat Baru Langsung Bergerak Jalankan Kerja Nyata Pelayanan PRIMA
Kepala Seksi Keperawatan, Chika Panji, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga edukasi serta pendampingan kesehatan Warga Binaan.
“Kami berupaya memberikan layanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari penyuluhan, skrining, hingga tindak lanjut perawatan. Harapannya, Warga Binaan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit sejak awal,” jelasnya.
Baca juga: Razia Gabungan Petugas Lapas Cipinang dan TNI - Polri Jaga Keamanan dan Ketertiban
Sementara itu, Warga Binaan berinisial BK mengaku mendapatkan manfaat dari penyuluhan dan pemeriksaan yang diberikan.
“Kegiatan ini membantu kami untuk lebih memahami kondisi kesehatan dan cara pencegahan penyakit. Kami jadi lebih peduli untuk menjaga kesehatan diri,” ungkapnya.
Editor : Redaksi