SURABAYA - Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur, Muthowif, menyoroti fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) Tambak Osowilangun (TOW) yang dinilainya masih jauh dari kata layak.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah kendala di lokasi tersebut. Salah satunya adalah adanya genangan air yang bercampur darah di area pemotongan hewan.
Baca juga: Viral Video RPH TOW, PPSDS Jatim Ungkap Sejumlah Fasilitas Belum Optimal
"Anggota kami menyampaikan kekecewaannya kepada pengelolah atas kejadian ada air bercampur darah di tempat pemotongan sapi, yang kurang cepat mengalir ke tempat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)," ujarnya usai rapat koordinasi, pada Minggu (25/06).
Melihat kondisi tersebut, Thowif, sapaan akrabnya, menilai pengelola PT RPH Perseroda belum siap memindahkan seluruh aktivitas pemotongan ke RPH Tambak Osowilangun.
"Menurut penilaian saya, pengelola belum siap untuk beraktivitas pemotongan di TOW, karena hanya ada sesuatu tekanan atau permintaan dari pihak tertentu," sebutnya.
Selain persoalan operasional, ia juga menyoroti bangunan RPH yang dibangun menggunakan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2024. Menurutnya, fasilitas tersebut seharusnya sudah layak digunakan secara optimal, namun hingga kini masih menyisakan berbagai persoalan.
"Bangunan RPH yang dibangun dengan uang APBD Kota Surabaya pada tahun 2024 sebesar 15 M, RPH digunakan dalam satu bulan berjalan kurang maksimal atau tidak berfungsi secara baik," ungkapnya.
Baca juga: PPSDS Jatim: Stok Sapi Menyusut, Harga Daging Masih Mahal
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Rumah Potong Hewan (RPH),Fajar Arifianto Isnugroho, membenarkan adanya genangan darah di area pemotongan.
Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) untuk segera melakukan perbaikan.
"Terkait genangan darah, kita sudah sampaikan ke Pemkot dan segera diperbaiki," ucapnya, pada Selasa (30/6).
Fajar menjelaskan, genangan tersebut terjadi karena persoalan elevasi atau perbedaan ketinggian saluran, sehingga aliran menuju parit tidak berjalan optimal.
Baca juga: Relokasi RPH Pegirian ke TOW Ditolak, PPSDS Jatim Ungkap Masalah Teknis
"Intinya keluhan adanya genangan darah itu kan karena akibat enggak ada elevasi," tuturnya.
Tak hanya itu, Fajar juga menyebut, persoalan di RPH TOW tidak hanya berkaitan dengan genangan darah. Masih terdapat beberapa fasilitas lain yang memerlukan penyempurnaan, di antaranya gantungan daging, kerekan karkas, serta ketersediaan debit air.
"Tidak hanya genangan darah tapi ada tiga yakni gantungan daging, karkas kerekan dan debit air," pungkasnya.
Editor : Redaksi